BNI Mulai Mitigasi Risiko Gagal Bayar Obligasi Duniatex

Kompas.com - 24/07/2019, 08:47 WIB
Ilustrasi BNI. Shutterstock/RafapressIlustrasi BNI.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (KOMPAS100:BBNI) memiliki eksposure kredit sebesar Rp 459 miliar kepada PT Delta Merllin Dunia Textile yang merupakan anak usaha Duniatex Group.

Pinjaman tersebut terdiri dari kredit sindikasi sebesar Rp 301 miliar dan juga kredit bilateral sebesar Rp 158 miliar.

Direktur Manajemen Risiko BNI Bom Tyasika Ananya mengatakan, dengan adanya kasus gagal bayar obligasi oleh perusahaan tekstil terbesar di Indonesia tersebut, perseroan saat ini sedang dalam langkah mitigasi risiko kredit.

Dalam hal ini, BNI bakal mengantisipasi potensi kredit yang dipinjam Dunia Textile masuk dalam kategori kredit bermasalah (NPL).

"Spesifik itu sindikasi Rp301 miliar dan juga ada bilateral sekitar Rp 158 miliar, jadi total itu Rp 459 miliar,” ujar dia di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Baca: Perusahaan Tekstil Terbesar Indonesia Gagal Bayar Bunga Obligasi, Bank Mandiri Kaget

Bob melanjutkan bahwa per Juni 2019, pembayaran angsuran kredit masih normal atau tergolong kolektibilitas tahap 1. Dia pun menyebutkan, Duniatex masih memiliki jaminan sebesar 250 persen dari keseluruhan total kredit di bank pelat merah tersebut.

“Nah, dengan kejadian ini memang kami lakukan antisipasi pada Juli 2019 seperti apa,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, publik dibuat terkejut dengan kasus gagal bayar obligasi anak usaha Duniatex Group, PT Delta Merlin Dunia Textile. Pasalnya, kegagalan terjadi hanya empat bulan berselang pascapenerbitan obligasi perusahaan ini sebesar 300 juta dollar AS. Bertenor lima tahun, obligasi Delta Merlin ini menjanjikan kupon sebesar 8,625 persen.

Pekan lalu, akhirnya dua lembaga pemeringkat S&P dan Fitch memangkas peringkat kredit obligasi dollar yang dijual oleh anak perusahaan Duniatex Group itu. S&P memangkas menjadi menjadi CCC-(junk bond) dari sebelumnya BB-.

Tantangan likuiditas yang signifikan menjadi masalah anak usaha perusahaan tekstil yang bermarkas di Solo, Jawa Tengah, ini. Adapun Fitch Ratings juga memangkas skor kredit Delta Merlin Dunia Textile menjadi B- dari sebelumnya BB-. Ini mencerminkan peningkatan pembiayaan kembali dan risiko likuiditas.

Fitch menyebut, perusahaan ini menghadapi efek tular dari afiliasi yang dapat membatasi akses perbankan dan pasar modal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X