Soal Kebocoran Data, Grab Sebut Komitmen Jaga Privasi Konsumen

Kompas.com - 25/07/2019, 16:18 WIB
President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam sebuah acara di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (25/7/2019). Murti Ali Lingga/Kompas.comPresident of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam sebuah acara di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen Grab Indonesia menyatakan berkomitmen untuk menjaga data pengguna aplikasinya untuk tetap aman. Pasalnya, terkait data pribadi tengah menjadi perhatian publik.

"Kita dari awal sangat komit terhadap perlindungan konsumen. Kita memproteksi data konsumen," kata President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam sebuah acara di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Ridzki menjelaskan, salah satu bukti perlindungan yang diberikan adalah pesan layanan pada aplikasi Grab tidak akan diketahui nomor kontak oleh para mitra pengemudi. Sistem ini juga berlaku pada driver terdapat pengguna atau pemesan layanan.

Baca juga: Data Penggunanya Digunakan Fintech, Ini Kata President of Grab

Pasalnya, sebelum hal itu dilakukan kerap terjadi penyalahgunaan nomornya kontak yang menjadi privasi konsumennya.

"Ini menjadi konsen kita juga, itu salah salah satu bukti komitmen terhadap data privasi. Selain kemudahan dan kenyamanan pengguna kita," tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya tidak pernah mempublikasikan dan membangikan data-data penggunanya kepada siapapun. Namun, data yang mereka dapatkan selama ini dipergunakan untuk kepentingan perusahaan demi perbaikan layanan.

"Setiap kerja sama kita tidak share unique individual data. Kita share hanya strategi marketing-nya saja bagaimana untuk menyasar target market itu, tapi data konsumer kita jaga dengan baik," ungkapnya.

Baca juga: Grab dan Go-Jek Diminta Jamin Perlindungan Data Penggunanya

Selain itu, Ridzki mengakui dirinya belum mendapat informasi terkait data pengguna Grab yang dapat diakses pihak luar secara bebas. Bahkan Grab sendiri belum pernah menjalin kerja sama dari fintech mana pun.

"Saya belum baca beritanya. Kita sedang menjajaki (kerja sama dengan fintech)," pungkasnya.

Sebelumya, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) meminta manajemen Grab untuk menjamin perlindungan data penggunanya agar tidak bocor serta disalahgunakan.

Baca juga: Heboh Fintech Pakai Data Pengguna Go-Jek, Grab, dan E-commerce, Ini Kata OJK

Sebab, data pribadi konsumen harus disimpan, dirahasiakan, dan tidak boleh diedarkan/publikasi tanpa seizin pemilik data. Pokok ini telah diatur dalam Peraturan Kominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi.

"Data-data yang dimiliki wajib dirahasiakan, wajib disimpan dan tidak diedarkan tanpa seizin orang tersebut (pemilik)," kata Wakil Ketua BPKN Rolas Budiman Sitinjak kepada Kompas.com, Jakarta, Selasa (23/7/2019).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa yang Dimaksud dengan Startup?

Apa yang Dimaksud dengan Startup?

Whats New
Apa Saja yang Termasuk UMKM?

Apa Saja yang Termasuk UMKM?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Screen Time: Positif atau Negatif untuk Anak? | 4 Kiat Hadapi Kecanduan Gawai pada Anak Usia Dini | Jangan Ada Gawai di Antara Kita

[KURASI KOMPASIANA] Screen Time: Positif atau Negatif untuk Anak? | 4 Kiat Hadapi Kecanduan Gawai pada Anak Usia Dini | Jangan Ada Gawai di Antara Kita

Rilis
10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Aset Kripto

10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Aset Kripto

Spend Smart
Peringati Hari Perawat Sedunia, Waketum Kadin: Jasamu Sungguh Besar

Peringati Hari Perawat Sedunia, Waketum Kadin: Jasamu Sungguh Besar

Whats New
Kontrol Arus Balik Lebaran, Ini Titik Penyekatan dan Rapid Test Antigen Acak

Kontrol Arus Balik Lebaran, Ini Titik Penyekatan dan Rapid Test Antigen Acak

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Cicipi 3 Hidangan Lebaran Anti-Mainstream dari Berbagai Daerah Nusantara

[KURASI KOMPASIANA] Cicipi 3 Hidangan Lebaran Anti-Mainstream dari Berbagai Daerah Nusantara

Rilis
Larangan Mudik Lebaran, Staycation Sepi Peminat

Larangan Mudik Lebaran, Staycation Sepi Peminat

Whats New
Meski Ada Larangan Mudik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7 Persen di Kuartal II-2021

Meski Ada Larangan Mudik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7 Persen di Kuartal II-2021

Whats New
Buruh Sindir Pemerintah Soal Masuknya TKA saat Lebaran: Hilang Kegarangan Para Pejabat

Buruh Sindir Pemerintah Soal Masuknya TKA saat Lebaran: Hilang Kegarangan Para Pejabat

Rilis
Bantu Peternak Layer di Blitar dan Kendal, Kementan Fasilitasi Biaya Distribusi Jagung

Bantu Peternak Layer di Blitar dan Kendal, Kementan Fasilitasi Biaya Distribusi Jagung

Rilis
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemudik di 2 Pelabuhan ini Wajib Rapid Test Antigen

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemudik di 2 Pelabuhan ini Wajib Rapid Test Antigen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Tren Hampers Lebaran | Resep Opor Ayam dan Rendang Daging Sapi | Hidangan Kue Lebaran

[POPULER DI KOMPASIANA] Tren Hampers Lebaran | Resep Opor Ayam dan Rendang Daging Sapi | Hidangan Kue Lebaran

Rilis
Jakarta Dinobatkan Kota Paling Terdampak Bahaya Lingkungan, Ini Saran Susi Pudjiastuti

Jakarta Dinobatkan Kota Paling Terdampak Bahaya Lingkungan, Ini Saran Susi Pudjiastuti

Whats New
Realisasikan Janji Presiden Jokowi, Kementan Salurkan Bantuan Hand Tractor ke Sumba Tengah

Realisasikan Janji Presiden Jokowi, Kementan Salurkan Bantuan Hand Tractor ke Sumba Tengah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X