"Diiklankan Siap Digilir untuk Lunasi Utang, Sangat Tidak Manusiawi"

Kompas.com - 26/07/2019, 10:58 WIB
Ilustrasi fintech www.thinkstockphotos.comIlustrasi fintech

JAKARTA, KOMPAS.com - Satgas Waspada Investasi mengecam keras tindakan pelecehan yang dilakukan layansn teknologi keuangan alias fintech ilegal terhadap YI (51) seorang nasabahnya di Solo, Jawa Tengah.

Fintech tersebut mengiklankan poster foto YI dan menyebarkannya ke grup-grup WhatsApp dengan tulisan "Siap Digilir" untuk melunasi pinjaman Rp 1.054.000 yang telat bayar dua hari.

"Kami menilai cara seperti ini tidak bisa kita tolerir. Ini sudah sangat tidak manusiawi," ujar Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Tobing kepada Kompas.com, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Baca juga: Satgas Waspada Investasi Blokir Fintech yang Iklankan Nasabah Siap Digilir

Menurut Tongam, apa yang dilakukan oleh fintech illegal tersebut sudah sangat keterlaluan dan masuk dalam ranah pidana yang menjadi kewenangan pihak Kepolisian.

Satgas Waspada Investasi sendiri udah bergerak dan melakukan pemblokiran situs dan aplikasi pinjaman online ilegal bernama Incash tersebut.

Pemblokiran situs dan aplikasi fintech dilakukan melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Baca juga: Nunggak 2 Hari ke Fintech, Perempuan Ini Diiklankan Siap Digilir untuk Bayar Utang

Sebelumnya, YI melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) melaporkan tindakan fintech tersebut kepada Kepolisan setempat.

YI merasa dilecehkan dengan tindakan fintech tersebut yang menyebarkan poster dirinya dengan tulisan "siap digilir" untuk melunasi pinjaman Rp 1.054.000 di aplikasi fintech tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X