Laporan Keuangan Direvisi, Saham Garuda Indonesia Menukik

Kompas.com - 26/07/2019, 13:37 WIB
Ilustrasi: Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (28/9/2017). KOMPAS.com/ERLANGGA DJUMENAIlustrasi: Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (28/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kembali merilis laporan keuangan sepanjang tahun 2018 dan kuartal I 2019 yang telah disesuaikan.

Penyajian kembali laporan keuangan maskapai pelat merah itu merujuk pada Surat Otoritas Jasa Keuangan Nomor S-21/PM.1/2019 Perihal Sanksi Administratif atas Pelanggaran Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Pasar Modal tertanggal 28 Juni 2019.

Penyesuaian pendapatan dilakukan setelah sebelumnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meminta Garuda Indonesia untuk membatalkan kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi. Citilink, anak usaha GIAA, telah menulis surat ke Mahata untuk membatalkan kontrak sesuai rekomendasi BPK.

Baca juga: Laporan Keuangan 2018 Direvisi, Garuda Indonesia Rugi Rp 2,45 Triliun

Mengutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dampak penyajian kembali laporan keuangan 2018 adalah menurunnya piutang lain-lain yang sebelumnya sebesar 280,8 juta dollar AS menjadi 16,7 juta dollar AS setelah disajikan kembali. Pos aset pajak tangguhan juga berdampak dari sebesar 54,2 juta dollar AS bertambah menjadi 114,2 juta dollar AS.

Dengan demikian total aset GIAA yang tercatat pada tahun 2018 menjadi sebesar 4,17 miliar dollar AS setelah disesuaikan dari sebelumnya 4,37 miliar dollar AS.

Adapun untuk laporan keuangan kuartal I 2019, penyesuaian di pos piutang lain-lain juga turun dari 283,8 juta dollar AS menjadi 19,7 juta dollar AS setelah disesuaikan. Pos aset pajak tangguhan juga berubah dari 45,3 juta dollar AS menjadi 105,3 juta dollar AS.

Dengan demikian total aset GIAA di kuartal I 2019 setelah disesuaikan menjadi 4,33 miliar dollar AS dari sebelumnya 4,53 miliar dollar AS.

Baca juga: Garuda Indonesia dan Citilink Batalkan Kerja Sama dengan Mahata

Setelah rilis laporan keuangan yang disajikan kembali, harga saham GIAA turun 1,52 persen ke Rp 390 per saham hingga akhir perdagangan sesi I, Jumat (26/7/2019).

Meski turun 38,09 persen dari level tertinggi tahun ini di angka Rp 630 per saham yang tercapai pada 6 Maret lalu, harga saham GIAA masih tercatat menguat 30,87 persen secara year to date. (Harry Muthahhari)

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Revisi laporan keuangan, saham Garuda Indonesia (GIAA) menukik

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X