Sri Mulyani: Muncul Tekanan Supaya Kami Injeksi BPJS Kesehatan Lagi...

Kompas.com - 21/08/2019, 14:19 WIB
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kanan) berbicara dengan Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) dan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati (tengah) sebelum sesi 3 tentang partisipasi tenaga kerja perempuan, masa depan pekerjaan, dan masyarakat lanjut usia saat berlangsungnya KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). AFP/POOL/KAZUHIRO NOGIPerdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kanan) berbicara dengan Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) dan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati (tengah) sebelum sesi 3 tentang partisipasi tenaga kerja perempuan, masa depan pekerjaan, dan masyarakat lanjut usia saat berlangsungnya KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapan ada tekanan kepada dirinya dan pemerintah untuk kembali menyuntikkan dana kepada BPJS Kesehatan.

Hal tersebut lantaran BPJS Kesehatan kekurangan anggaran untuk membiayai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang terus menerus mengalami defisit.

"Oleh karena itu muncul pressure supaya kami melakukan injeksi-injeksi lagi," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Padahal, kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, pemerintah sudah menggelontorkan triliunan rupiah kepada BPJS Kesehatan sejak Januari-Juni 2019.

Baca juga: Jokowi: BPJS Kesehatan dan JKN akan Dibenahi Secara Total...

Gelontoran dana tersebut merupakan kewajiban pemerintah untuk membayar iuran Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN BPJS Kesehatan yang berjumlah 93,5 juta orang.

"Sehingga hari ini pemerintah sebenarnya sudah selesai kewajibannya tetapi BPJS masih kekurangan," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada 2018 lalu, defisit BPJS Kesehatan mencapai Rp 19,4 triliun. Pemerintah lantas memberikan injeksi Rp 10,3 triliun. Injeksi ini dana di luar kewajiban pemerintah membayar iuran PBI.

Injeksi anggaran 2018 lebih besar dari dari injeksi pada tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 3,5 triliun. Saat itu defisit BPJS Kesehatan sebesar Rp 13,5 triliun.

Tahun ini BPJS Kesehatan masih mengalamai defisit.

Oleh karena itu, kata Sri Mulyani, ada pihak-pihak yang menekan agar pemerintah kembali memberikan suntikan dana.

Baca juga: Anggaran Iuran Penerima Bantuan BPJS Kesehatan Naik Jadi Rp 48,8 Triliun

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mau Beli Valas? Cek Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Beli Valas? Cek Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Whats New
Pertamina International Shipping Targetkan Pendapatan 4 Miliar Dollar AS di 2027

Pertamina International Shipping Targetkan Pendapatan 4 Miliar Dollar AS di 2027

Rilis
Mengawali Pagi, IHSG dan Rupiah Kompak Melaju di Zona Merah

Mengawali Pagi, IHSG dan Rupiah Kompak Melaju di Zona Merah

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Kinerja Moncer, Microsoft hampir Menyalip Apple sebagai Perusahaan Paling Berharga

Kinerja Moncer, Microsoft hampir Menyalip Apple sebagai Perusahaan Paling Berharga

Whats New
Satgas Kembali Sita Uang hingga Properti milik Pengemplang BLBI, Ini Rinciannya

Satgas Kembali Sita Uang hingga Properti milik Pengemplang BLBI, Ini Rinciannya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Kisah 3 Sosok Pemuda Indonesia, Mengawali Bisnis dari Kegemaran hingga Go Internasional

Kisah 3 Sosok Pemuda Indonesia, Mengawali Bisnis dari Kegemaran hingga Go Internasional

Smartpreneur
Karyawan Tuding Dirut Garuda Liburan Keluarga ke New York Gunakan Fasilitas Perusahaan

Karyawan Tuding Dirut Garuda Liburan Keluarga ke New York Gunakan Fasilitas Perusahaan

Whats New
Siap-siap, Pemerintah Mau Berlakukan Pengetatan Mobilitas saat Nataru

Siap-siap, Pemerintah Mau Berlakukan Pengetatan Mobilitas saat Nataru

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
IPO, Widodo Makmur Perkasa Tawarkan Saham di Kisaran Rp 160-Rp 220 Per Lembar

IPO, Widodo Makmur Perkasa Tawarkan Saham di Kisaran Rp 160-Rp 220 Per Lembar

Whats New
Wall Street Melemah, S&P 500 dan Dow Jones Terseret Saham Cyclical

Wall Street Melemah, S&P 500 dan Dow Jones Terseret Saham Cyclical

Whats New
Kemendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman

Kemendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman

Whats New
[POPULER MONEY] Daftar Maskapai RI yang Bangkrut | Pengumuman SKD dan SKB CPNS

[POPULER MONEY] Daftar Maskapai RI yang Bangkrut | Pengumuman SKD dan SKB CPNS

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.