Menpan RB: 800.000 ASN akan Dipindahkan ke Ibu Kota Baru

Kompas.com - 21/08/2019, 14:41 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai menghadiri rapat koordinasi persiapan perencanaan ASN 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/7/2019) KOMPAS.com/HaryantipuspasariMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai menghadiri rapat koordinasi persiapan perencanaan ASN 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin memperkirakan akan ada 800.000 Aparatur Sipil Negara ( ASN) yang pindah jika ibu kota jadi dipindahkan.

“ASN pusat sudah ada datanya tinggal ibu kotanya di mana tinggal pindah. Ya kurang lebih hampir satu juta, sekitar 800.000 (ASN) yang pindah,” ujar Syafruddin di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Syafruddin mengatakan, 800.000 ASN yang pindah tersebut terdiri dari semua kementerian yang ada di Jakarta. Menurut dia, para ASN harus siap jika nantinya dipindahkan.

“Kalau semua kementerian dan lembaga pindah, ya ASN-nya pindah. Enggak mungkin tinggal di sini (Jakarta),” kata mantan Wakapolri tersebut.

Baca juga: Menpan RB: ASN di Papua Tak Terimbas Aksi Demo

Berbeda dengan Syafruddin, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, tak semua ASN di kementerian akan dipindahkan ke ibu kota baru.

Dia memperkirakan hanya 600.000 ASN yang akan dipindahkan ke ibu kota baru.

“Enggak semuanya. Yang pindah adalah yang tidak ada hubungannya dengan pelayanan publik. Yang pelayanan (publik) enggak bisa pindah,” kata Bima.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X