Kompas.com - 27/08/2019, 17:33 WIB
Plang ikonik Sarinah yang telah diperbaiki pascakerusuhan 22 Mei 2019 silam. KOMPAS.com/Vitorio MantaleanPlang ikonik Sarinah yang telah diperbaiki pascakerusuhan 22 Mei 2019 silam.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sarinah (Persero) mengaku telah menyiapkan strategi untuk bisa bertahan di tengah lesunya bisnis ritel modern akibat perubahan perilaku konsumen di Indonesia.

Untuk menarik pengunjung berbelanja, perusahaan ritel pelat merah tersebut melakukan perombakan display produknya.

“Kalo disruption, online kini marak, banyak ritel yang tutup. Sarinah tetap eksis. Menyiasati caranya dengan melakukan pembenahan di toko. Dibanding 3-4 tahun lalu sekarang kami mempercantik produk display. Sekarang lebih tertata,” ujar Direktur Utama Sarinah Gusti Ngurah Putu Sudiarta Yasa di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Ngurah menambahkan, untuk menarik pengunjung datang ke Sarinah, perseroannya juga mengadakan event.

Misalnya, belum lama ini Sarinah menggandeng para perancang busana muda untuk mengadakan fashion show.

Baca juga: Era Digital, Sarinah Tetap Bina Mitra UKM

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami juga punya produk yang unik yang dibuat dari warga binaan penjara. Itu cukup diminati wisman. Produk kita kurasi terus. Di lantai UG ada produk-produk unggulan Indonesia, ada (pusat) kuliner juga. Kita juga akan kerja sama dengan komunitas kopi Indonesia,” kata Ngurah.

Tak hanya itu, lanjut Ngurah, pihaknya juga menggandeng marketplace terkemuka di Indonesia untuk memasarkan produknya.

Melalui marketplace tersebut pembeli bisa berbelanja produk dari mita UMKM Sarinah.

“Kami bukan pelaku utama dan online ini butuh investor. Karena itu kami dalam waktu dekat kami sudah rencanakan untuk joint operation dengan salah satu investor yang bisa mendukung Sarinah,” ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Whats New
Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Whats New
Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Earn Smart
Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Rilis
Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
Menperin Agus: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Menperin Agus: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.