Harga minyak naik tipis setelah turun dua hari berturut-turut

Kompas.com - 19/09/2019, 08:03 WIB
Ilustrasi minyak SHUTTERSTOCKIlustrasi minyak

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga minyak terangkat tipis setelah turun dalam dua hari perdagangan terakhir.

Pada Kamis (19/9/2019) pukul 7.16 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2019 di New York Mercantile Exchange berada di 58,17 dollar AS per barel, naik tipis ketimbang harga penutupan kemarin pada 58,11 dollar AS per barel.

Sejalan dengan itu, harga minyak brent untuk pengiriman November 2019 di ICE Futures pagi ini pun naik tipis ke 63,61 dollar AS per barel dari harga penutupan kemarin pada 63,60 dollar AS per barel.

Kemarin, harga minyak WTI turun 2,07 persen, menyusul pelemahan hari sebelumnya sebesar 5,66 persen. Harga minyak Brent pun kemarin melemah hingga 1,47 persen setelah turun 6,48 persen di hari sebelumnya.

Harga minyak masih stabil setelah lonjakan akibat serangan atas fasilitas minyak Arab Saudi akhir pekan lalu.

Kemarin, Saudi mengatakan bahwa pemulihan produksi kembali ke titik sebelum serangan akan tercapai pada akhir September ini.

Pernyataan tersebut menyebabkan harga minyak turun dalam dua hari terakhir. Meski sudah turun, harga minyak hari ini masih mencapai lebih tinggi sejak akhir Juli hingga sebelum serangan pekan lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ukuran dan durasi gangguan pasokan serta ketersediaan opsi pasokan lain, termasuk pelepasan persediaan strategis dan pertumbuhan permintaan pada akhirnya akan menggerakkan harga minyak," kata Center for Strategic & International Studies (CSIS) dalam catatan yang dikutip Reuters.

International Energy Agency mengatakan bahwa belum perlu melepas stok minyak darurat. "Sepanjang kita melihat volatilitas tinggi akibat eskalasi geopolitik dan masalah pelemahan permintaan dan oversupply hingga 2020, pada umumnya harga minyak masih mendatar," kata analis Tudor Pickering Holt dalam catatan.

Menteri Energi Saudi Abdulaziz bin Salman mengatakan bahwa produksi rata-rata minyak Saudi akan mencapai 9,89 juta barel per hari pada September dan Oktober. Kapasitas produksi akan mencapai 11 juta barel per hari pada akhir September dan 12 juta barel per hari pada akhir November.

Sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kemarin mengatakan bahwa dia akan merinci tambahan sanksi bagi Iran dalam 48 jam ke depan, setelah sebelumnya mengumumkan lewat Twitter. Langkah ini menyusul penegasan AS bahwa Iran berada di balik serangan fasilitas Saudi akhir pekan lalu.

Goldman Sachs mengatakan, pasar minyak memiliki sumber daya yang cukup di luar minyak shale. Saudi dan China menambah stok. OPEC pun masih memiliki kapasitas yang longgar, untuk mengimbangi penurunan produksi tanpa melepas cadangan minyak darurat. (Wahyu Tri Rahmawati)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul : Harga minyak naik tipis setelah turun dua hari berturut-turut



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.