Biar Menarik Perhatian Konsumen, Kenali Dulu Tipe-tipenya

Kompas.com - 22/09/2019, 09:07 WIB
Ilustrasi Thinkstock/DanilinIlustrasi

KOMPAS.com - Pemasaran jadi salah satu aktifitas yang terpenting dalam membangun sebuah bisnis. Anda perlu mempelajari banyak hal terkait dengan aktifitas ini, sehingga bisa menemukan formula pemasaran yang paling tepat untuk bisnis yang Anda jalankan.

Setiap jenis bisnis tentu akan membutuhkan sistem pemasaran yang berbeda antara satu dengan yang lainnya dan Anda perlu memahami hal ini dengan baik sejak awal. Semakin efektif aktifitas pemasaran yang dilakukan, maka makin positif pula dampaknya pada angka penjualan dari bisnis Anda.

Bagaimanapun juga, Anda tentu menginginkan angka pejualan maksimal di dalam bisnis yang Anda jalankan, bukan? Salah satu hal terpenting di dalam sistem pemasaran adalah bagaimana Anda memahami calon konsumen yang akan dituju dari bisnis tersebut.

Anda akan menemukan beragam konsumen di pasar yang dituju, sehingga perlu mengenal jenis konsumen yang paling tepat sebagai target pasar bisnis Anda. Hal ini akan mempermudah memilih strategi pemasaran yang tepat, termasuk untuk memaksimalkan angka penjualan nantinya.

Jadi, biar bisa menarik perhatian konsumen, sebaiknya kenali terlebih dahulu tipe- tipe konsumen berikut ini seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Konsumen Impulsif

Konsumen yang satu ini paling mudah dijadikan target pembeli produk Anda. Hanya cukup sedikit membuat mereka yakin saja, mereka tidak akan berpikir panjang untuk membeli produk yang ditawarkan.

Buatlah mereka merasa positif dan menjadi lebih baik dari sebelumya ketika menggunakan produk Anda. Maka, dengan senang hati mereka akan membeli produk Anda.

Pembelian impulsif seperti ini sangat mungkin terjadi, apalagi jika Anda melakukan pemasaran dengan media yang tepat seperti Facebook dan Instagram. Begitu juga dengan penawaran langsung di tempat.

2. Konsumen Pemburu Diskon

Ini merupakan jenis konsumen yang sangat senang berburu promo di pasaran. Tidak selalu dengan tujuan mendapatkan harga yang paling murah, namun pelanggan seperti ini justru lebih sering fokus pada label diskon yang terdapat pada sebuah produk.

Contoh: Saat sebuah produk dijual dengan harga normal Rp 120.000 per item, pelanggan diskon ini bisa saja tidak tertarik membelinya. Namun jika di toko sebelah harga produk sejenis dijual Rp 240.000 per item dan dikenakan diskon 50 persen, maka mereka justru sangat tertarik membelinya.

Pelanggan yang satu ini tidak bisa diharapkan untuk jadi pelanggan setia bisnis Anda. Sebab mereka akan selalu mencari berbagai penawaran diskon menarik di toko lainnya.

Namun jika Anda ingin berusaha mendapatkan angka penjualan dari pelanggan diskon ini, maka berupayalah untuk memberikan banyak penawaran diskon dan melakukan kegiatan promosi yang luas dalam bisnis Anda, sehingga mereka bisa menemukannya dengan mudah.

3. Konsumen Setia

Konsumen setia akan menjadi aset terbesar dalam bisnis yang Anda jalankan, meskipun pada dasarnya jumlah konsumen ini sering menjadi porsi yang paling kecil di antara yang lainnya.

Namun jika ditilik lebih dalam lagi, angka pembelian yang dilakukan pelanggan setia justru cukup besar, bahkan bisa mencapai lebih banyak 30% dari pembelian jenis konsumen lainnya.

Konsumen setia akan selalu loyal dan kembali kepada produk Anda, bahkan meski di luar ada banyak penawaran produk sejenis lainnya. Tak tanggung-tanggung, angka penjualan yang berasal dari konsumen yang satu ini bisa mencapai 40% dari keseluruhan omset bisnis Anda.

Untuk mendapatkan konsumen seperti ini, Anda harus melakukan pendekatan personal. Pelanggan setia menginginkan perhatian dan layanan yang istimewa, di mana mereka dihargai dan diperhatikan secara khusus.

Anda bisa memberikan mereka program loyalitas, hadiah, dan berbagai penawaran menarik lainnya yang akan membuat mereka merasa lebih dihormati keberadaannya. Jika sudah merasa seperti ini, pelanggan setia akan lebih loyal kepada merek dan bisnis yang Anda jalankan.

Baca Juga : Jangan Tergoda, Ini 7 Trik Supermarket Biar Pembeli Kalap Belanja

4. Konsumen yang Enggan Belanja

Ini merupakan kelompok konsumen yang terbilang sangat selektif ketika akan melakukan pembelian. Konsumen ini tidak membeli sesuatu berdasarkan penawaran yang mereka dapatkan.

Mereka cenderung hanya membeli berbagai produk yang benar-benar dibutuhkan saja. Konsumen ini juga tidak akan berbelanja ketika mereka tak membutuhkan apa-apa.

Artinya, mereka hanya akan mencari dan membeli barang dibutuhkan saja, tanpa melihat beragam penawaran yang datang. Jika melihat kenyataan ini, menjadikan konsumen yang enggan ini sebagai pelanggan setia tentu menjadi hal cukup menantang.

Anda perlu memaksimalkan layanan pelanggan dan membuat mereka nyaman selama berbelanja. Kondisi seperti memberikan peluang bagi Anda untuk menjadikan mereka pelanggan setia bisnis Anda.

Kenali Konsumen Anda dan Dapatkan Angka Penjualan yang Maksimal

Memasarkan produk memang bukan sebuah pekerjaan yang mudah, sebab Anda akan berhadapan dengan beragam jenis konsumen. Namun jika Anda ingin sukses dalam bisnis, maka pastikan Anda mengenal jenis konsumen ini sejak awal dan melakukan langkah pemasaran yang tepat untuk menjangkaunya. Hal ini akan berdampak positif bagi angka penjualan dari bisnis Anda.

 

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com dan isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X