Ada Tol Layang Jakarta-Cikampek, Menhub Sebut Bisa Pangkas Waktu hingga 1 Jam

Kompas.com - 23/09/2019, 05:08 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan keterangan seusai upacara pelantikan Perwira Transportasi di Lapangan Monas, Jakarta, Rabu (18/9/2019). KOMPAS.COM/MURTI ALI LINGGAMenteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan keterangan seusai upacara pelantikan Perwira Transportasi di Lapangan Monas, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan Tol Jakarta-Cikampek II ( elevated) bisa beroperasi November 2019. Kemudian bisa digunakan masyarakat pada saat Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 ini.

Hal itu disampaikan Budi saat meninjau pengerjaan Tol Jakarta-Cikampek II Minggu (22/9/2019).

"Saya bersama teman-teman datang ke sini bersama Dirjen Darat dan Kepala BPTJ melakukan observasi aspek keselamatan dan layanan yang ada di tol elevated ini, diharapkan bulan November bisa beroperasi," ujar Menhub seperti dikutip dalam siaran persnya.

Baca juga: Tol Jakarta-Cikampek Elevated Beroperasi Fungsional Saat Natal 2019

Dia berharap dengan beroperasinya Tol Layang Jakarta-Cikampek ini dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke berbagai daerah.

"Paling tidak 30 menit sampai 1 jam akan bertambah lebih cepat dengan beroperasinya tol elevated ini. Ini menjadi konsen kita bagaimana konektivitas Jakarta, Bandung, Kertajati, dan Karawang bisa lebih baik," ucapnya.

Lebih lanjut, Budi meminta kepada stakeholder terkait untuk tetap memperhatikan keselamatan, pasalnya jalan tol ini berada di ketinggan 6 meter.

Baca juga: Menhub Ingin Ada Kereta Tanpa Rel di Ibu Kota Baru

Dia juga meminta ada beberapa ujicoba penanganan jika terjadi hal-hal darurat, maka dari itu diperlukan diskusi dengan beberapa pihak terkait agar keputusan yang diambil merupakan kesepakatan bersama.

"Saya berpesan kepada teman-teman saat mengoperasikan perlu diperhatikan safety-nya. Mengingat ini di ketinggian 6 meter jadi hal-hal detail bisa dielaborasikan dan skenario," tutur Menhub.

Menhub menambahkan, hingga kini Kementerian Perhubungan masih mempertimbangkan apakah kendaraan lain selain golongan satu dapat melewati tol elevated ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X