Manfaatkan Teknologi, Bangun Usaha Rintisan Kian Mudah

Kompas.com - 26/09/2019, 11:45 WIB
Senior Vice President Learning and Development BCA Alrianto Djunaidi (kedua kiri) memberikan penjelasan tentang pelaksanaan lndonesia Knowledge Forum (IKF) VIII 2019 di Menara BCA, Jakarta, Kamis (26/9/2019). KOMPAS.COM/MURTI ALI LINGGASenior Vice President Learning and Development BCA Alrianto Djunaidi (kedua kiri) memberikan penjelasan tentang pelaksanaan lndonesia Knowledge Forum (IKF) VIII 2019 di Menara BCA, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk ( BCA) memandang penting menumbuhkan semangat berinvestasi di kalangan masyarakat Indonesia untuk menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bersamaan dengan perkembangan pesat teknologi pintar dan digitalisasi, tren investasi baru berbasis platform aplikasi pun bertumbuh.

Senior Vice President Learning and Development BCA Alrianto Djunaidi mengatakan, masyarakat saat ini semakin dipermudah untuk berpartisipasi dalam usaha rintisan dan meningkatkan pendapatan melalui investasi tersebut.

" Usaha rintisan dan segmen investasi baru saat ini bermunculan karena tren dan gaya hidup masyarakat bertumbuh dengan pesat seiring dengan majunya teknologi pintar," kata Alrianto di Menara BCA, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Baca juga: BCA Tak Tutup Kemungkinan Gandeng Startup

Alrianto menuturkan, untuk mendorong perkembangan itu, BCA akan menggelar event akbar lndonesia Knowledge Forum (IKF) VIII 2019 yang bertajuk ”Capital Culture Nurturing Mindset for The Next Era of Capital Culture.”

Pasalnya, pemasaran dan penggalangan dana yang makin mudah melalui teknologi pintar mendorong bertumbuhnya usaha rintisan dan segmen investasi yang sangat spesifik, yang sebelumnya dianggap tidak menarik dan kalah saing.

”Melalui IIKF VllI BCA ingin memberikan inspirasi kepada semua masyarakat bahwa berinvestasi dan membangun usaha rintisan saat ini semakin dipermudah oleh kemajuan teknologi dan penetrasi internet," ujarnya.

"Banyak tokoh sukses dari tren usaha rintisan saat ini akan menjadi pembicara pada IKF VIII sehingga melalui sharing tersebut, masyarakat mendapat wawasan dan inspirasi untuk mengelola investasi dan usaha rintisannya yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tambah Alrianto.

Baca juga: Ada Musim Semi Startup, Akan Datang Juga Musim Gugur

Sementara itu, Komisaris Independen BCA, Cyrillus Harinowo menambahkan, salah satu cara untuk meningkatkan literasi keuangan dan mempercepat implementasinya di masyarakat Indonesia adalah melalui inovasi baik digital maupun non digital.

Setiap tahun, IKF didorong untuk memberikan inspirasi agar setiap partisipan memiliki ide, inisiatif, inovasi, dan kreativitas dengan memanfaatkan perkembangan teknologi saat Iini untuk menjadi entrepreneur.

”IKF VIII ini menjadi salah satu bentuk dukungan BCA terhadap strategi dan implementasi pemeirntah dalam upaya menjembatani kebutuhan individu dan organisasi di dalam mengelola modal dan berinvestasi di era industri 4.0,” kata Cyrillus.

Cyrillus menjelaskan, IKF VIII yang diselenggarakan pada 8-9 Oktober mendatang akan menghadirkan Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia sebagai keynote speaker dan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

"Selama dua hari, sebanyak 32 pembicara yang kompeten di bidangnya akan turut berpartisipasi untuk berbagi ilmu, pengalaman serta inspirasi," lanjutnya.

Baca juga: Dari Kaus Kaki, Startup Ini Bisa Meraup Rp 1,4 Triliun



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X