Akhir Kuartal II 2019, Posisi Net Kewajiban Investasi RI Naik

Kompas.com - 27/09/2019, 12:43 WIB
Ilustrasi shutterstock.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia mencatat peningkatan kewajiban netto, didorong terutama oleh peningkatan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN).

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) PII Indonesia pada akhir kuartal II 2019 mencatat kewajiban neto sebesar 330,3 miliar dolar AS atau 31 persen terhadap PDB.

Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan posisi kewajiban neto pada akhir triwulan sebelumnya sebesar 329,2 miliar dolar AS atau 31,3 persen terhadap PDB.

"Peningkatan kewajiban neto PII Indonesia tersebut sejalan dengan peningkatan posisi KFLN yang sedikit lebih besar dibandingkan dengan peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN)," jelas BI dalam laman resminya, Jumat (27/9/2019).

Baca juga: BI: Posisi Investasi Internasional RI Relatif Stabil

Posisi KFLN Indonesia meningkat terutama didorong oleh besarnya aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio. Hal tersebut didukung prospek perekonomian domestik yang baik dan imbal hasil investasi aset keuangan domestik yang tetap menarik.

Posisi KFLN naik 0,4 persen (qtq) atau sebesar 2,9 miliar dolar AS menjadi 691,2 miliar dollar AS pada akhir kuartal II 2019.

Peningkatan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan dollar AS terhadap rupiah yang berdampak pada peningkatan nilai instrumen investasi berdenominasi rupiah.

Meskipun demikian, peningkatan posisi KFLN lebih lanjut tertahan oleh faktor revaluasi negatif instrumen finansial domestik sejalan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama triwulan laporan.

"Posisi AFLN Indonesia juga meningkat terutama didorong oleh transaksi perolehan AFLN dalam bentuk aset investasi langsung dan investasi lainnya," jelas BI.

Baca juga: Posisi Investasi Internasional RI Masih Sehat

Selain itu BI memaparkan pada akhir kuartal II 2019, posisi AFLN tumbuh 0,5 persen (qtq) atau sebesar 1,9 miliar dolar AS menjadi 361,0 miliar dolar AS.

Posisi AFLN yang meningkat juga dipengaruhi oleh kenaikan harga obligasi dan rerata indeks saham negara-negara penempatan AFLN serta faktor pelemahan dolar AS terhadap beberapa mata uang utama penempatan investasi.

"Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan II 2019 masih tetap sehat. Hal ini tercermin dari struktur kewajiban neto PII Indonesia yang masih didominasi oleh instrumen berjangka panjang," ujar BI.

Meski demikian, BI akan tetap mewaspadai risiko kewajiban neto PII terhadap perekonomian Indonesia.

BI pun optimistis ke depan, kinerja PII Indonesia diperkirakan semakin baik sejalan dengan stabilitas ekonomi yang terjaga, didukung oleh penguatan koordinasi antara BI dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan permintaan domestik, ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing termasuk Penanaman Modal Asing (PMA).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X