Pentingnya Logistik pada Bisnis Kuliner

Kompas.com - 02/10/2019, 14:18 WIB
Deretan food truck yang mangkal di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (18/9/2014). Bisnis kuliner dengan menggunakan mobil atau truk yang dapat berpindah-pindah tempat jualan sedang menjadi tren di Jakarta. Food truck diadopsi dari Amerika Serikat. KOMPAS/PRIYOMBODODeretan food truck yang mangkal di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (18/9/2014). Bisnis kuliner dengan menggunakan mobil atau truk yang dapat berpindah-pindah tempat jualan sedang menjadi tren di Jakarta. Food truck diadopsi dari Amerika Serikat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jasa logistik alias pengiriman paket sudah menjamur di seluruh wilayah.

Kendati demikian, layanan logistik yang mampu mengirimkan makanan siap saji masih sangat sedikit jumlahnya.

Padahal, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia banyak yang menjual makanan siap saji atau makanan kemasan yang unik-unik.

Sayangnya, UKM tidak mampu menjangkau wilayah yang lebih luas karena keterbatasan jasa logistik tersebut.

Paxel, sebuah perusahaan rintisan (startup) jasa logistik mengungkap produk makanan, seperti makanan beku (frozen food) dan makanan siap saji (ready to eat) adalah paket yang paling sering dikirimkan.

Baca juga: Benarkah Kuliner Indonesia Sulit Mendunia? Ini Kata Kepala Bekraf

"Banyak UKM yang jual makanan, tersebar di luar Jabodetabek. Rata-rata orang pinginnya order makanan sampainya hari itu juga, meski di luar Jabodetabek. Jadi sameday delivery kita kebanyakan makanan. Ini suatu tren baru di bisnis online," ungkap COO Paxel Zaldy Ilham Masita di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Terbukti dalam survei Paxel Buy & Send Insights terbaru mengungkap, UKM penjual online Indonesia saat ini semakin mengandalkan jasa logistik sameday delivery.

Sebanyak 36 persen penjual online merasa kecepatan pengiriman barang lebih penting ketimbang ongkos kirim yang murah.

Outlet pisang goreng madu Bu Nanik, di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Outlet pisang goreng madu Bu Nanik, di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Adapun jasa sameday delivery dipilih karena jangkauannya yang tidak terbatas, bahkan jauh lebih luas ketimbang ojek online.

Dalam survei Paxel, 75 persen dari 535 UKM menyukai sameday delivery Paxel, disusul ojek online (ojol) sebesar 25 persen.

"Karena ojol kan areanya terbatas, ojol sudah enggak mungkin antar makanan dari Bekasi ke Tangerang. Jadi sameday delivery dipilih karena jangkauannya, diikuti dengan jelasnya waktu penjemputan, baru diikuti dengan ongkos kirim yang masuk akal," ujar Zaldy.

Baca juga: Dorong Startup Kuliner Mendunia, Pemerintah Siap Bantu Pembiayaan

Dengan menggunakan sameday delivery, kata Zaldy, UKM bisa lebih mudah memasarkan produknya ke seluruh Indonesia sehingga pendapatannya pun akan semakin bertambah.

"Apalagi UKM kita itu tersebar, tidak seperti China dan AS yang terpusat. Jadi ada preferensi layanan sameday delivery, terutama jasa yang bisa keluar dari Jabodetabek," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X