Dedy Dahlan
Passion Coach

Passion coach yang juga penulis best seller dari buku Broken, Lakukan Dengan Hati, Ini Cara Gue, dan Passion!–Ubah Hobi Jadi Duit. Gaya penulisan dan gaya panggungnya jenaka, nyeleneh, blakblakan, kreatif, dengan materi praktikal. Biasa dipanggil Coach D, ia adalah anggota dan coach tersertifikasi dari ICF (International Coach Federation), yang memusatkan diri pada pengembangan passion dan profesi.
Instagram dan Twitter @dedydahlan
YouTube Dedy Dahlan

Semua Orang Bisa Jadi Kreator Konten

Kompas.com - 11/10/2019, 06:38 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Beberapa tahun lalu, istilah ‘kreator konten’ mulai dipopulerisasi oleh generasi yang dalam buku saya Broken, saya sebut generasi challenger. Generasi yang ada bukan untuk mengikuti dan membangun, tapi mengubah dan menggoyang dunia dan sistem lama.

Sebelumnya, semua orang ini berdiri dan hadir terpisah- pisah, dan dalam kubu yang berbeda- beda. Ada YouTuber, ada blogger, vlogger, podcaster, komikus sosial media, influencer, komika sosial media, dan pengamen yang pengen banget bikin album di spotify.

Namun belakangan, seperti kucing dalam video viral yang mendadak sadar kalau dia punya kuping saat melihat cermin (kalau Anda enggak tahu, google aja), mereka menyadari satu hal krusial.

“Kenapa kita terlalu misah- misahin diri?” “Kenapa nggak barengan aja?”

Toh setiap kreator konten biasanya membuat lebih dari satu jenis konten anyway.

Saya sendiri misalnya, selain sebagai penulis buku, saya juga menulis blog, artikel untuk media massa, adalah seorang YouTuber, dan sekarang saya juga punya podcast yang ngebahas tentang hobi saya, film.

Baca juga: Tembus 40 Miliar Dollar AS, Ekonomi Digital RI Terbesar di ASEAN

Maka saat ini, istilah kreator konten adalah yang paling sering digunakan, untuk menggambarkan semua profesi dan aktivitas ini.

Setelah semua pelaku ini jadi keator konten, muncul pertanyaan kedua.

“Kenapa kok pelaku kreator konten dan penikmat konten itu harus dipisah- pisahin? Kenapa enggak barengan aja?”

Dan di sinilah esensi kerennya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.