India akan Batasi CPO dari Malaysia, Ini yang Dilakukan Mahathir

Kompas.com - 14/10/2019, 13:44 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. AFP PHOTOPerdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan pemerintahannya akan memantau situasi perdagangan dengan India.

Pasalnya India tengah mempertimbangkan pembatasan perdagangan dengan negara Asia Tenggara ini atas kritiknya terhadap tindakan pemerintahan Modi di Kashmir.

Dilansir dari Reuters via Kontan.co.id, Senin (14/10/2019), sejumlah sumber dari kalangan pemerintah maupun pelaku industri mengatakan bahwa New Delhi sedang mencari cara untuk membatasi impor minyak sawit alias CPO dan barang-barang lainnya dari Malaysia.

Hal ini sebagai balasan atas pidato Mahathir di PBB pada bulan September lalu ketika ia mengatakan India telah menyerbu dan menduduki kawasan Jammu dan Kashmir.

Baca juga : Holding BUMN Perkebunan Ekspor Perdana CPO ke AS

Mahathir mengatakan pada hari Minggu bahwa pemerintahnya akan mempelajari dampak dari tindakan yang diambil oleh India, seperti dikutip dari media pemerintah, Bernama.

“Mereka juga mengekspor barang ke Malaysia. Ini bukan hanya perdagangan satu arah, ini adalah perdagangan dua arah,” kata Mahathir seperti dikutip dalam laporan tersebut.

India adalah importir minyak nabati terbesar di dunia, dan pembeli terbesar CPO dari Malaysia. Negara ini membeli 3,9 juta ton minyak sawit Malaysia dalam sembilan bulan pertama 2019, menurut data yang dikumpulkan oleh Dewan Minyak Sawit Malaysia.

Di sisi lain, impor utama Malaysia dari India diantaranya seperti produk minyak bumi, daging dan hewan hidup, logam, bahan kimia dan produk kimia.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul : India berencana membatasi impor CPO Malaysia, ini yang bakal dilakukan Mahathir

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber KONTAN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X