BI Ingin Dorong Holding Pesantren, Untuk Apa?

Kompas.com - 12/11/2019, 18:30 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo  ketika memberikan keterangan kepada awak media di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (28/6/2019). MUTIA FAUZIADeputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo ketika memberikan keterangan kepada awak media di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (28/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia ( BI) akan mendorong pembentukan holding pesantren. Skema holding pesantren ini akan berfungsi sebagai induk usaha pesantren di skala nasional.

Sehingga harapannya, bisa memperkuat permodalan pesantren juga pengembangan pasar hingga akses informasi.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menjelaskan, saat ini Bank Sentral bersama dengan kementerian dan lembaga lainnya tengah melakukan pilot project untuk mengembangkan holding pesantren, yang diharapkan bisa rampung dalam waktu dekat. 

"Kami memang masih program pilot project pengembangan holding pesantren," ujarnya dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di Jakarta, Selasa (12/11/2019). 

Baca juga: Mengintip Cara Pesantren Membangun Bisnis untuk Masyarakat

Dody mengatakan, setidaknya saat ini BI baru bekerjasama dengan 250 dari 32.000 pesantren yang ada di Indonesia untuk menggerakkan perekonomian di sekitarnya.

Angka tersebut masih jauh dari keseluruhan potensi ekonomi yang bisa digerakkan oleh pesantren.

"Tentunya langkah BI masih jauh kami baru capai 1 persen dari total pondok pesantren, kami lakuakn dengan 45 cabang," ujar Dody.

Holding pesantren nantinya akan menyatukan seluruh unit usaha yang dimiliki pesantren untuk terintegrasi dan berkembang dalam skala yang lebih luas. Di samping tetap menjalankan peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mandiri. 

Baca juga: BI: Pesantren Bisa Jadi Channel Penerimaan Remitansi

Tata kelola yang baik tersebut dimaksudkan, ketika pesantren akan memasuki aktivitas usaha dengan skala yang lebih besar, bisa pastikan bahwa secara kelembagaan maupun pengelolaan sumber daya manusia pada setiap pesantren bisa saling melengkapi untuk memenuhi kualifikasi, layaknya lembaga-lembaga professional lainnya. 

"Dalam naungan holding bisnis pesantren tersebut, kami mengharapkan terbentuknya manajemen dan tata kelola yang baik bagai setiap entitas pesantren di dalamnya," ungkap dia. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X