DJPPR Kemenkeu Raih Penghargaan dari GlobalMarket

Kompas.com - 12/11/2019, 19:04 WIB
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman saat membuka peluncura SR-011 di Jakarta, Jumat (1/3/2019). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIADirektur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman saat membuka peluncura SR-011 di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

JAKARTA.KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko ( DJPPR) Kementerian Keuangan, memperoleh penghargaan sebagai Debt Management Office (DMO) of The Year dari GlobalMarket.

Penghargaan diberikan karena DJPPR dinilai berhasil menurunkan biaya utang pemerintah serta menjaga risiko pada tingkat yang aman.

Dirjen DJPPR Luky Alfirman menyebutkan bahwa selama tahun lalu DJPPR mengelola kedua sasaran utama tersebut dan meningkatkan pengelolaan utang semaksimal mungkin.

Baca juga : Dapat Investment Grade, Beban Bunga Utang Pemerintah Kian Turun

"Dari awal, strategi pengelolaan utang DJPPR cukup jelas yaitu melakukan strategi frontloading untuk penjualan obligasi non rupiah di semester pertama 2019," ujar Luky.

Selain itu DJPPR juga menyelenggarakan lelang surat utang berdenominasi rupiah pada pasar domestik secara reguler, bergantian dengan sukuk dan surat utang negara setiap pekannya.

Luky juga menyebut bahwa tahun 2018 merupakan tahun yang berat karena The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebanyak empat kali lipat dibanding tahun lalu. Belum lagi, Bank Indonesia yang juga menaikkan suku bunganya sebesar 175 basis poin.

"Tahun lalu adalah tahun dengan tingkat suku bunga tinggi. Namun tahun 2019 menjadi lebih baik," kata Luky.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X