Baru 10,6 Persen Pelamar yang Rampungkan Pendaftaran CPNS 2019

Kompas.com - 16/11/2019, 20:08 WIB
Peserta mengikuti ujian seleksi calon pegawai negeri sipil Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Jakarta, Senin (9/10/2017). Profesi PNS tidak menjadi pilihan pertama mayoritas anak muda yang kini masih berstatus mahasiswa. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOPeserta mengikuti ujian seleksi calon pegawai negeri sipil Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Jakarta, Senin (9/10/2017). Profesi PNS tidak menjadi pilihan pertama mayoritas anak muda yang kini masih berstatus mahasiswa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelamar CPNS 2019 yang menyelesaikan proses pendaftaran masih minim. Hingga hari kelima pendaftaran, baru sekitar 242.800 pelamar yang merampungkan pendaftaran hingga tahapan submit.

Angka ini setara 10,6 persen dari total pelamar telah membuat akun dalam portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) yang mencapai 2,3 juta pelamar.

"BKN mengimbau para pelamar yang telah menentukan pilihan instansi dan formasi yang akan dilamar, khususnya yang telah membuat akun dalam portal SSCN, untuk segera menuntaskan tahapan pendaftaran hingga submit," kata Plt. Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Paryono, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/11/2019).

Baca juga: Ini Tips Terhindar dari Investasi Syariah Bodong

Penyelesaian pendaftaran CPNS 2019 perlu dilakukan untuk menghindari sulitnya para pelamar CPNS yang ingin mengakses sekaligus mendaftar portal SSCN yang disebabkan saling menunda-nunda penyelesaian tahapan pelamaran.

BKN menduga, kondisi ini terjadi karena banyak pelamar yang masih menunggu serta mencari informasi mengenai perkembangan pendaftaran.

Padahal kata BKN, informasi lowongan CPNS dari 507 instansi pemerintah sudah ada di SSCN. Hanya tinggal 17 instansi yang belum melengkapi informasi lowongan CPNS 2019. Oleh karena itu sudah cukup banyak alternatif formasi jabatan yang dapat dipilih pelamar.

Selain itu, BKN mengimbau pelamar untuk hanya menginput data dan berkas yang sebenarnya dan disyaratkan instansi dalam field lamaran, agar data palsu/tidak benar tidak tersimpan dalam database SSCN.

Baca juga: Green Sukuk Minimal Rp 1 Juta Dianggap Mahal, Ini Kata Kemenkeu

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X