Beredar Rumor Akan Cerai OVO, Ini Kata Lippo Group

Kompas.com - 18/11/2019, 06:22 WIB
Ilustrasi Ovo. KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAIlustrasi Ovo.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Direktur Lippo Group Adrian Suherman membantah rumor bahwa perusahaannya akan berpisah dengan OVO. Menurut dia, rumor tersebut tidak benar dan tidak berdasarkan fakta.

Adrian juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang membuat rumor semacam itu.

“Saya menegaskan bahwa berita-berita yang mengabarkan bahwa Lippo Group akan meninggalkan dan keluar dari OVO sepenuhnya rumor, sama sekali tidak benar dan tidak berdasarkan fakta. Sebagai pendiri OVO, kami sangat menyayangkan beredarnya rumor yang tidak benar tersebut,” tegas Adrian melalui keterangannya, Minggu (17/10/2019).

Baca juga: Beredar Rumor Pisah dengan Lippo Group, Ini Penjelasan OVO

Adrian mengatakan, Lippo Group dan pemegang saham OVO lainnya akan tetap menjadi bagian dari unicorn termuda di Indonesia itu.

Dia juga menjamin, Lippo Group akan terus mendukung kemajuan OVO guna meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air.

“Bersama para pemegang saham lain, kami tetap merupakan bagian dari OVO dan selalu mendukung kemajuan OVO, yang dalam dua tahun ini telah berkembang pesat menjadi perusahaan fintech e-money Indonesia, yang dapat menjadi kebanggaan nasional,” tuturnya.

“Kami berkomitmen terus mendukung upaya pemerintah, BI dan OJK untuk meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air,” tambah dia.

Baca juga: Pengguna OVO Tak Bisa Lagi Top Up di Alfamart Per 13 November

Sebelumnya, muncul kabar yang menyebut bila Lippo Group akan hengkang dari OVO karena tidak kuat lagi menyuntik dana.

Kabar tersebut mengatakan, OVO mengeluarkan biaya 50 juta dollar AS (Rp 700 miliar) per bulan. Kabar ini pun langsung dibantah oleh Presiden Direktur PT Visionet Internasional (OVO) Karaniya Dharmasaputra.

Karaniya mengatakan, OVO adalah perusahaan penyedia layanan keuangan digital yang didirikan, dirintis, dan dikembangkan oleh Lippo Group. Saat ini, para pemegang saham OVO sudah sangat beragam, seiring meningkatnya kinerja OVO, pada dua tahun terakhir.

“Kami adalah perusahaan independen yang dikelola oleh manajemen profesional. Mana mungkin OVO berpisah dari pendirinya. OVO fokus perusahaan untuk dorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia,” tegas dia.

Bahkan dirinya sudah berdiskusi panjang lebar dengan Direktur Lippo Group John Riady, guna mengembangkan OVO ke depan. Menurut Karaniya, beberapa hari terakhir muncul rumor yang sangat merugikan eksistensi OVO dan Lippo Group.

“Mengenai rumor tersebut, saya justru baru saja bertemu dan berdiskusi panjang lebar dengan Direktur Lippo Group Pak John Riady. Kami berdiskusi mengenai pengembangan OVO ke depan. Pak John banyak memberikan masukan dan sangat suportif terhadap berbagai upaya pengembangan bisnis OVO,” katanya. (Yudho Winarto)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Lippo angkat bicara soal rumor akan pisah dengan OVO

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X