Aksi Massa Belum Reda, Maskapai Asia Pangkas Penerbangan ke Hong Kong

Kompas.com - 20/11/2019, 17:00 WIB
Para pengunjuk rasa berlindung ketika polisi menembakkan gas air mata ketika mereka berusaha menuju Universitas Politeknik Hong Kong di distrik Hung Hom, Hong Kong, Senin (18/11/2019). Kericuhan bermula dari aksi pendemo menduduki kampus selama beberapa hari hingga berujung aksi lempar dan bentrokan dengan polisi. AFP/DALE DE LA REYPara pengunjuk rasa berlindung ketika polisi menembakkan gas air mata ketika mereka berusaha menuju Universitas Politeknik Hong Kong di distrik Hung Hom, Hong Kong, Senin (18/11/2019). Kericuhan bermula dari aksi pendemo menduduki kampus selama beberapa hari hingga berujung aksi lempar dan bentrokan dengan polisi.

SYDNEY, KOMPAS.com - Sejumlah maskapai penerbangan Asia ramai-ramai memangkas penerbangan ke Hong Kong dalam beberapa waktu ke depan.

Ini sejalan dengan aksi demonstrasi anti pemerintah yang terus memanas dan mengganggu kehidupan sehari-hari di Hong Kong.

Dilansir dari Reuters, Rabu (20/11/2019), sejumlah maskapai seperti PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, maskapai India SpiceJet Ltd, maskapai Malaysia AirAsia Group Bhd, maskapai Korea Selatan JejuAir Co Ltd dan Jin Air Co Ltd, serta maskapai Filipina PAL Holdings Inc dan Cebu Air Inc telah mengumumkan pembatalan jadwal penerbangan.

Pemangkasan tersebut terjadi menyusul penembakan gas air mata oleh kepolisian Hong Kong kepada para pengunjuk rasa ketika mereka berusaha melarikan diri dari universitas yang dikepung pada awal pekan ini. Pada saat sama, pasukan bersenjata yang membawa bom petrol pun telah bersiap.

Baca juga: Garuda Indonesia Kurangi Jadwal Penerbangan Ke Hong Kong

Aksi massa yang telah berkecamuk selama hampir setengah tahun serta memanasnya perang dagang AS dan China telah menggiring Hong Kong ke jurang resesi untuk pertama kalinya dalam satu dekade.

Akhir pekan lalu, Otoritas Bandara Hong Kong melaporkan penurunan jumlah penumpang mencapai 13 persen pada Oktober 2019, sementara jumlah penerbangan turun 6,1 persen. Ini adalah penurunan terburuk sejak aksi massa dimulai.

Menurut otoritas, kini lebih banyak penumpang memanfaatkan Hong Kong hanya sebagai transit, ketimbang destinasi.

Garuda Indonesia telah mengurangi frekuensi penerbangan mingguan ke Hong Kong dari 21 frekuensi menjadi hanya 4 hingga pertengahan Desember 2019. Sementara, SpiceJet menghentikan rute penerbangan Mumbai-Hong Kong hingga 15 Januari 2020.

Adapun Air Asia memangkas penerbangan dari Kuala Lumpur dan Kota Kinabalu pada Desember 2019 dan Januari 2020.

Baca juga: Resesi Hong Kong Diprediksi Parah, Ini Sebabnya

Per bulan ini, Garuda Indonesia menyesuaikan frekuensi penerbangan dari Jakarta ke Hong Kong dari 14 penerbangan menjadi hanya dua per minggu. Sementara penerbangan dari Denpasar ke Hong Kong dipangkas dari 7 menjadi 2 penerbangan per minggu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X