CEO-nya Jadi Staf Khusus Presiden, Ini Tanggapan Fintek Amartha

Kompas.com - 21/11/2019, 20:26 WIB
Founder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAFounder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo telah melantik 7 staf khusus dari kalangan milenial guna mendorong kemajuan ekonomi, teknologi, pendidikan, kesehatan, dan sumber daya manusia.

Beberapa Sstaf khusus milenial tersebut merupakan pemimpin perusahaan rintisan (startup) yang memiliki prestasi di bidangnya. Salah satu staf khusus adalah Andi Taufan Garuda Putra, Pendiri dan CEO Amartha, perusahaan finansial teknologi (fintek) peer to peer lending (P2P lending).

“Andi Taufan Garuda Putra, umur 32 tahun, telah meraih banyak penghargaan inovasi atas kepeduliannya terhadap sektor-sektor UMKM. Jadi CEO PT Amartha Mikro Fintek. Tugas khusus untuk mengembangkan inovasi," kata Presiden Joko Widodo saat melantik di Istana Presiden, Kamis (21/11/2019).

Baca juga: Ini 7 Staf Khusus Baru Jokowi dari Kalangan Milenial

Mendengar terpilihnya Andi Taufan, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto menyatakan pihaknya bangga dan mendukung sepenuhnya Taufan.

"Berdasar pada pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan Taufan selama hampir 10 tahun di Amartha, tentu dapat memberikan kontribusi, terobosan, dan inovasi guna mendukung kemajuan ekonomi digital di Indonesia," pungkasnya dalam siaran pers, Kamis.

Adapun selain CEO Amartha, Presiden juga melantik 6 orang lainnya. 6 Orang tersebut antara lain, Putri Tanjung (Pendiri dan CEO Creativepreneur), Adamas Belva Syah Devara (CEO Ruang Guru), Angkie Yudistia (CEO Thisable Enterprise), Gracia Billy Mambrasar (Putra Papua), Ayu Kartika Dewi (Perumus Gerakan Sabang Merauke), dan Amminudin Maruf (Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).

Baca juga: Andi Taufan, Milenial Peduli UMKM di Desa yang jadi Stafsus Jokowi

Tentang Andi Taufan

Pria yang akrab disapa Taufan ini lahir di Jakarta, 24 Januari 1987. Dia merupakan lulusan Sarjana Bisnis, Institut Teknologi Bandung dan Master of Public Administration, Harvard Kennedy School.

Sebelumnya, Taufan bekerja sebagai konsultan bisnis untuk IBM Global Business Services selama hampir dua tahun.

Saat berkunjung ke desa Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, Taufan melihat banyak pelaku usaha mikro di pedesaan mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses finansial. Akhirnya pada 2009, Taufan meninggalkan pekerjaannya dan mendirikan Amartha yang berbentuk microfinance atau lembaga keuangan mikro.

Pada 2016, Amartha bertransformasi menjadi tekfin P2P lending. Transformasi itu merupakan upaya Taufan untuk menjangkau jutaan pelaku usaha mikro perempuan di pedesaan.

Tahun 2019, Amartha mengantongi izin usaha Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berhasil menyalurkan Rp 1,6 triliun kepada lebih dari 340.000 mitra di 5.400 pedesaan.

Baca juga: Hingga September, Amartha Kucurkan Pendanaan Rp 1,35 Triliun

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X