Aliran Modal Asing yang Masuk ke Indonesia Capai Rp 221 Triliun

Kompas.com - 22/11/2019, 16:10 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo update perkembangan moneter terkini di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (22/11/2019) KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIGubernur BI Perry Warjiyo update perkembangan moneter terkini di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (22/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk (capital inflow) ke Indonesia hingga 21 November 2019 mencapai Rp 221 triliun. Menurut Gubernur BI, Perry Warjiyo, aliran modal asing paling besar terjadi pada minggu ketiga November 2019.

"Terdiri dari Rp 174,5 triliun ke SBN, Rp 45,3 triliun ke saham, dan sisanya Rp 1,6 triliun ke obligasi korporasi. Dan ini jauh lebih besar dari aliran modal asing tahun lalu," kata Perry ditemui di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Namun, BI mengaku memang ada aliran modal asing yang keluar (capital outflow) dari Indonesia sebesar Rp 2 triliun pada pekan ini. Capital outflow tersebut bersumber dari Surat Berharga Negara (SBN) sekitar Rp 1 triliun, saham sekitar Rp 400 miliar, dan obligasi korporasi sebesar sekitar Rp 500 miliar.

Baca juga: BI Optimistis Rupiah Bergerak Stabil di Level Rp 14.000 hingga Akhir Tahun

Keluarnya modal dari Indonesia memang kerap terjadi setiap jelang akhir tahun. Bagi BI, pola itu merupakan hal yang biasa. Perry menyebut, ada dua penyebab yang membuat investor asing menarik modalnya dari Indonesia.

"Ini memang menjelang akhir tahun, khususnya jangka pendek akan menentukan investasinya di Indonesia ada dua hal, yakni mereka mulai menghitung sudah dapat keuntungan atau tidak. Dan tentu saja dipengaruhi faktor-faktor yang terjadi di global," ucapnya.

Saat ini, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina masih terus berlanjut. Kesepakatan damai dari kedua negara tak kunjung tuai hasil. Itulah yang membuat investor asing kerap tarik ulur dana mereka untuk berinvestasi ke Indonesia.

Baca juga: Pesawatnya Mendarat Darurat di Halim, Ini Penjelasan Garuda

"Karena di global sendiri, kami dengar bahwa Presiden AS Donald Trump dan Presiden Xi Jinping akan ada kesepakatan perundingan antara AS dan Tiongkok sampai sekarang masih belum ada tanda-tanda mengenai kesepakatan itu. Itulah yang terjadi adanya peningkatan risiko atau risk di global ini. Satu faktor yang membuat investor jangka pendek itu menarik dananya. Dan akhir tahun sudah biasa," jelas dia.

Namun, BI memperkirakan, bahwa pola aliran dana asing masuk ke Indonesia bakal terjadi awal tahun 2020 mendatang.

"Investor kalau sudah mendapatkan untung, mereka langsung keluar. Biasanya mereka nanti akan kembali masuk di awal tahun. Ini pola musiman," ucapnya.

Baca juga: Erick Thohir Segera Rombak Pejabat Pertamina, Kode Ahok Mau Masuk?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X