Bulog Lelang 20.326 Ton Beras Turun Mutu, Ini Cara Mengikutinya

Kompas.com - 17/12/2019, 09:40 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, produksi beras Indonesia dalam kurun waktu 2015-2019 berhasil menghasilkan stok di Bulog sebanyak 2,5 juta ton. Dok. Humas KementanKementerian Pertanian (Kementan) mencatat, produksi beras Indonesia dalam kurun waktu 2015-2019 berhasil menghasilkan stok di Bulog sebanyak 2,5 juta ton.

JAKARTA, KOMPAS.com – Perum Bulog akan melelang beras cadangan pemerintah (CBP) yang turun mutu sebanyak 20.326.771,55 kg atau sekitar 20.326 ton.

Beras tersebut dilelang dengan harga dasar Rp 23,7 miliar dan nilai jaminan penawaran Rp 23,5 juta.

Bulog menyebutkan, beras turun mutu dijual untuk industri-industri non pangan atau non pakan dan dijual dalam bentuk satu paket keseluruhan.

Mengutip laman resmi Bulog, Senin (16/12/2019), pendaftaran dibuka sejak awal pekan ini hingga Rabu (18/12/2019).

Calon pembeli diharapkan mendaftarkan diri secara langsung ke kantor Bulog di Jl. Gatot Subroto Jakarta Selatan pada jam kerja (8.00 WIB -17.00 WIB).

Baca juga: Bulog: Beras untuk Bencana Alam Senilai Rp 39 Miliar Belum Dibayar

Beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi oleh pembeli adalah melengkapi SIUP (surat izin usaha perdagangan), SIUI (surat izin usaha industri), TDP (tanda daftar perusahaan), surat keterangan domisili, NPWP (nomor pokok wajib pajak) dan surat kuasa jika yang mendaftarkan bukan direksi perusahaan.

Penjelasan pelaksanaan penjualan akan dilkasanakan pada Rabu pukul 13.00 WIB - 14.00 WIB. Jika calon pembeli tidak mengikuti penjelasan pelaksanaan penjualan, maka dianggap menyetujui kondisi objek dan persaratan penjualan.

Selain itu, calon pembeli wajib menyerahkan jaminan penawaran dalam bentuk deposito atau bank garansi (dengan kuasa pencairan terhadap Bulog) dengan ketentuan nilai jaminan sesuai dengan yang disyaratkan dalam pengumumnan penjualan, untuk kemudian diserahkan pada tim penjualan saat pelaksanaan penjualan.

Sebelumnya, ada sebanyak 20.000 ton beras di penyimpanan gudang Perum Bulog yang rencananya akan mengalami pembungan atau disposal.

Disposal dilakukan akibat beras tersebut yang terlalu lama berada dalam gudang Bulog dan tidak diperbarui sehingga mengalami perubahan kualitas dan tak laku dijual.

Baca juga: Bulog Rambah Bisnis Online, Kini Beli Beras Bisa via Daring



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X