Rupiah Ditutup Melemah Terdorong Sentimen Imbal Hasil Obligasi AS

Kompas.com - 02/01/2020, 17:42 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot pada Kamis (2/1/2020) kembali mengalami pelemahan.

Mengutip data Bloomberg, rupiah diutup melemah pada level Rp 13.893 per dollar AS melemah 28 poin atau 0,20 persen dibanding penutupan Selasa sebelumnya Rp 13.865 per dollar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah yang terjadi sore ini sangat wajar.

Baca juga: Ingin Anak Jadi Pebisnis Sukses? Ini 4 Tips dari Ibunda Elon Musk

"Rupiah ditutup melemah hari ini. Pelemahan ini wajar ya karena penguatan rupiah di akhir tahun lalu sudah menyentuh level support," kata Ariston kepada Kompas.com.

Ariston menyebut, secara teknikal terdapat dorongan pembelian rupiah yang dipengaruhi oleh tingkat imbal hasil obligasi AS yang mendorong penguatan dollar AS.

"Pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh pergerakan naik tingkat imbal hasil obligasi AS hari ini yang membantu penguatan dollar AS," jelasnya.

Di sisi lain, rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen positif jadwal penandatanganan kesepakatan dagang AS dan China pada 15 Januari nanti.

Maka dari itu rupiah masih betah berada di bawah level Rp 14.000 per dollar AS.

Baca juga: Bagaimana Cara Urus Arsip Hilang dan Hanyut Karena Banjir

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X