Tak Capai Target Investasi, Pemerintah Bisa Cabut Status KEK

Kompas.com - 06/01/2020, 19:08 WIB
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis (4/7/2019). ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIPresiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis (4/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana mencabut status Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) untuk kawasan industri yang tak mampu mencapai target investasi.

Pemerintah bakal merevisi beberapa aturan terkait KEK, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) nomor 2 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga Peraturan Pemerintah Nomor 96 tahun 2015 tentang Fasilitas dan Kemudahan di Kawasan Ekonomi Khusus.

Nantinya, dalam peraturan baru pemerintah bakal mengevaluasi kinerja investasi KEK secara periodik.

Jika dalam jangka waktu tertentu tidak tercapai bisa dilakukan pertimbangan untuk mencabut insentif hingga dilakukan pencabutan status KEK.

Baca juga: Kejar Target Investasi, Pemerintah Bakal Revisi Aturan Soal KEK

"Sudah ada mekanismenya dalam PP nanti kita atur di Permenkonya. Kalau tahun pertama tidak tercapai yang dilakukan, kalau nanti tidak tercapai lagi akan ada pencabutan. Mekanismenya masih dibahas nanti ditetapkan Dewan Nasional," ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono ketika memberi keterangan kepada awak media di Jakarta, Senin (6/1/2019).

Saat ini, pemerintah telah menetapkan 15 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), terdiri dari 9 KEK Industri dan 6 KEK Pariwisata.

Pengembangan 15 KEK tersebut telah menghasilkan realisasi investasi hingga Rp 22,2 triliun, dan juga telah berkontribusi pada penciptaan lapangan pekerjaan, sebab terhitung hingga akhir tahun 2019, realisasi serapan tenaga kerja di KEK mencapai lebih kurang 8.686 orang.

Dari 15 KEK tersebut baru 11 yang sudah beroperasi dan mulai melayani investor.

Susi mencontohkan, seperti KEK Sei Mangkei yang terletak di Sumatera Utara ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2012 pada tanggal 27 Februari 2012 hingga saat ini utilitasnya masih di bawah 20 persen.

Baca juga: KEK Sorong Resmi Operasi, Ditarget Serap 15.024 Tenaga Kerja

Berdasarkan hasil evaluasi, ternyata KEK tersebut dihadapkan pada kendala harga gas yang masih tinggi.

"Itu yang mau diselesaikan. Mau kita selesaikan tapi kita pasang target. Kalau tidak tercapai baru kita revisi mengenai insentif yang akan kita berikan," jelas Susiwijono.

Adapun saat ini, sudah ada tiga KEK yang telah ditetapkan target investasinya, yaitu KEK Singhasari di Kabupaten Malang, KEK Kendal di Jawa Tengah dan KEK Likupang Sulawesi Utara dengan masing-masing target investasi sebesar Rp 12,5 triliun, Rp 70 triliun dan Rp 7,1 triliun.

Susi mengatakan, untuk 11 KEK lain, bakal mengikuti aturan revisi yang bakal segera diundangkan.

Tahun ini, masih ada beberapa KEK baru yang dalam proses persetujuan, seperti KEK Maintenance, Repair, and Overhaul ( MRO) di Batam dan KEK Nongsa yang berbasis digital di Batam.

"Nongsa sama seperti Singhasari, gabungan tourism dengan digital company. Di sana digital economy-nya ada Apple Academy, studio yang membuat animasi yang di-supply ke beberapa negara, TVkabel, Nickelodeon," jelas Susi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X