Kompas.com - 07/01/2020, 18:30 WIB
Ilustrasi Jiwasraya KONTAN/Cheppy A. MuchlisIlustrasi Jiwasraya

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kini ditangani oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Pihak Kejagung pun telah melakukan pemeriksaan dan pencekalan kepada sejumlah pihak.

Esok, Rabu (8/1/2020), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga akan memberikan keterangan mengenai kasus Jiwasraya.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyatakan, pemerintah dapat menggunakan hasil proses hukum yang berjalan di Kejagung untuk mengambil kebijakan selanjutnya.

"Dengan memanfaatkan hasil proses hukum di Kejagung pemerintah bisa lebih aman mengambil kebijakan," kata Piter ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (7/1/2020).

Baca juga: Lunas dengan BNI, Jiwasraya Masih Punya Utang ke BRI

Selain itu, imbuh Piter, hasil proses hukum di Kejagung pun dapat mengklarifikasi tentang siapa sebenarnya yang bersalah yang menyebabkan kerugian Jiwasraya.

Piter mengungkapkan, pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN dan Jiwasraya disarankan memiliki langkah-langkah strategis yang bersifat jangka pendek dalam rangka menyehatkan keuangan perusahaan asuransi itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, menurutnya persoalan Jiwasraya diperkirakan jauh lebih besar dari yang nampak saat ini. Dengan kerugian yang sangat besar, maka kewajiban yang harus diselesaikan segera kepada nasabah juga begitu besar.

"Kebutuhan likuiditas Jiwasraya dalam pengamatan saya begitu besar dan harus dipenuhi dalam jangka pendek. Sementara langkah-langkah yang disiapkan pemerintah selain terbatas juga memerlukan waktu yang lebih panjang," ungkap Piter.

Baca juga: BPK akan Jelaskan Kasus Jiwasraya Besok

Sebagai informasi, Kejagung telah mencekal 10 orang yang terkait dengan kasus Jiwasraya

Ini termasuk dua orang pelaku pasar modal yakni Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro, serta dua orang direksi lama Jiwasraya yakni mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim dan mantan Direktur Hary Prasetyo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.