Kompas.com - 10/01/2020, 20:31 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan memberikan keterangan pers kepada awak media sebelum balik ke kediamannya, Jakarta, Jumat (10/1/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan memberikan keterangan pers kepada awak media sebelum balik ke kediamannya, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan merasa geram dituding "lembek" dalam penanganan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Dia pun dengan tegas membantah memberikan izin kapal asing asal China untuk berlabuh serta menangkap ikan di kawasan tersebut.

"Siapa lunak? Apanya yang lunak? Apanya kurang tegas? Kita tidak pernah mau ada negosiasi batas teritory kita. Kapan kita pernah ngomong?," ujarnya ditemui di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Baca juga: Soal Natuna, Luhut Sebut Kapal Asing Masuk ke ZEE yang Dianggap Sengketa

Karena sempat sebelumnya, Luhut mengatakan, untuk menangkap ikan di perairan ZEE, kapal asing asal China harus memiliki izin terlebih dahulu dengannya.

Ucapan itu dia sampaikan usai mengadakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Namun, lagi-lagi dibantah olehnya.

"Nggak pernah, koreksi loh! Jangan asal ngomong. Kita nggak bisa bilang tenggelamin-tenggelamin, nggak perlu gitu juga. Karena sampai kapan pun sama presiden kita tidak akan mau bicara soal batas wilayah. Sesuai hukum internasional," katanya dengan lantang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cap "lembek" juga ditujukan kepada Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Dia mengaku tak mempermasalahkan opini negatif yang diarahkan kepada dirinya.

"Enggak apa-apa (dianggap lembek). Silahkan saja bicara, kita kan negara demokrasi. Orang boleh bicara apa saja," kata Prabowo usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Ketidaktegasan Prabowo ini disebabkan oleh pernyataannya dengan santai dan cool. Setelah kritik yang berdatangan dari berbagai pihak, Prabowo tak berubah sikap. Dia meminta semua pihak untuk tidak memanas-manasi suasana dan tetap menyikapi penerobosan ini dengan santai.

Sebab, menurutnya yang dimasuki oleh kapal China bukan merupakan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia, bukan wilayah teritorial.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.