Simak Langkah Agar Tak Terlilit Utang

Kompas.com - 11/01/2020, 19:03 WIB
ilustrasi kondisi keuangan sedang kacau Shutterstockilustrasi kondisi keuangan sedang kacau

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orang yang kesulitan mengelola utangnya. Bahkan sampai harus menambah utang untuk membayar utang.

Utang bukanlah sesuatu yang dilarang, bahkan utang bisa membuat Anda tambah kaya. Asalkan utang tersebut digunakan untuk hal-hal yang produktif, bukan konsumtif.

Kata kuncinya ada pada pengelolaan utang.

Head of Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth Ivan Jaya mengatakan, untuk mengelola utang, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan.

Baca juga: 4 Tips Agar Terbebas dari Cicilan Utang yang Membelit

Langkah awal yakni pisahkan antara utang konsumtif dan produktif. Utang konsumtif biasanya didapat dari kartu kredit atau pay later.

Setelah itu, urutkan utang yang memiliki bunga tertinggi dilanjutkan dengan utang yang memiliki jatuh tempo yang panjang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semakin besar bunga dan semakin panjang waktu jatuh tempo, maka utang akan menggerus penghasilan dan aset Anda.

Hitunglah berapa jumlah cicilan utang yang Anda perlu bayar setiap bulannya. Pastikan cicilan utang tidak boleh melebihi 30 persen penghasilan bersih Anda setiap bulan.

Jika ternyata jumlahnya melebihi 30 persen dari penghasilan bersih, Anda harus merelakan sebagian aset Anda untuk melunasi utang yang memiliki bunga tertinggi.

Baca juga: Belajar dari Kasus MeMiles, Lakukan 4 Langkah Cerdas Sebelum Investasi

Hal ini perlu dilakukan agar rasio utang menurun dan Anda memiliki rasio kemampuan membayar utang dari penghasilan Anda. Di sisi lain 70 persen penghasilan Anda bisa digunakan untuk menabung atau bahkan investasi.

“Karena jika tidak segera menurunkan rasio kemampuan bayar utang maksimum 30 persen, ada kecenderungan untuk mencari utang baru untuk menutupi beban cicilan,” kata Ivan.

Ivan melanjutkan, agar terhindar dari utang konsumtif, mulailah untuk evaluasi jumlah kepemilikan kartu kredit. Mulailah dengan menutup kartu kredit yang memiliki tingkat bunga yang tinggi dan iuran tahunan yang paling besar.

Sisakan satu saja kartu kredit yang menurut Anda paling banyak memberikan benefit. Di sisi lain buatlah rencana keuangan dan mulailah menyisihkan pendapatan untuk menabung atau berinvestasi.

Baca juga: Marak Penipuan, Taspen Tegaskan Tak Pernah Bagi Dividen ke Pensiunan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
GIMNI Usulkan Pemerintah Buat Aturan soal Minyak Jelantah agar Tak Dikonsumsi Kembali

GIMNI Usulkan Pemerintah Buat Aturan soal Minyak Jelantah agar Tak Dikonsumsi Kembali

Whats New
Pengguna DANA Kuartal I 2021 Meningkat Jadi 70 Juta Orang

Pengguna DANA Kuartal I 2021 Meningkat Jadi 70 Juta Orang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X