Soal Pembangunan Mangkrak, Kasus Meikarta Terbanyak Dilaporkan ke YLKI

Kompas.com - 14/01/2020, 18:40 WIB
Kondisi terkini Meikarta, Sabtu (20/10/2018). Kompas.com/HILDA B ALEXANDERKondisi terkini Meikarta, Sabtu (20/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sempat mengalami masalah pembanguan yang mangkrak pada tahun 2018 sampai dengan pertengahan tahun 2019, membuat kasus Meikarta menjadi masalah paling banyak diadukan ke YLKI atau Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia

"Permasalahannya sebenarnya hampir sama seperti tahun 2018 sebelumnya, yaitu soal mangkrak," kata Rio Priambodo Tim Pengaduan YLKI di Kantornya di kawasan Pancoran Barat, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020).

Data YLKI menyebutkan, terdapat lima besar kasus properti yang diadukan masyarakat, yakni dari pelaku usaha Meikarta 7,4 persen, Apartemen Puncak Permai, KPR Mandiri, Arya Kencana dan Cempaka Wenag masing-masing 2,4 persen pengaduan dengan toyal 61 pengembang yang diadukan.

Baca juga: Sempat Diisukan Mangkrak, Apa Kabar Meikarta Saat Ini?

Rio menyebut masalah pembangunan yang mangkrak membuat sistem refund menjadi sulit untuk dibayarkan oleh pihak pengembang.

"Ketika mangkrak sistem refund-nya juga susah, ketika mau bangun enggak bisa, akhirnya refund dipersulit dan memang itu yang banyak diadukan oleh konsumen YLKI," ujar Rio.

Rio menyebut sejak tahun 2019, YLKI sudah mendorong terbitnya Permen tentang PPJB (perjanjian pengikatan jual beli) untuk melindungi konsumen dalam komoditas perumahan.

"Oleh sebab itu kita berharap tidak cuma di Meikarta tapi perumahan-perumahan lain yang serupa permasalahannya bisa teratasi dengan PPJB tersebut," jelas Rio.

Baca juga: Sederet Insentif Pemerintah untuk Mendorong Sektor Properti

Data YLKI menyebut permasalahan perumahan yang muncul sebanyak 26,1 persen terkit dengan pembangunan, 23,8 persen terkait dengan refund, 9,5 persen terkait dokumen dan sertifikasi bangunan.

Kemudian 5,9 persen terkait dengan sistem transaksi, 1,1 persen terkait promosi, 3,5npersen fasum / fasos dan PPJB dan 1,1 persen terkait dengan IPL.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X