Mau Pinjam Uang dari Fintech? Perhatikan Dulu Hal Penting Ini

Kompas.com - 15/01/2020, 08:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran teknologi finansial atau fintech bisa mengisi celah-celah kosong yang tak bisa dijangkau oleh perbankan.

Namun tak sedikit orang justru terjerat fintech ilegal atau fintech yang tak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Akibatnya fatal. Nasabah diteror hingga terjadi pencurian data pribadi.

Bagi Anda yang akan meminjam uang dari fintech, ada baiknya memperhatikan beberapa hal seperti disarankan oleh Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) Ronald Yusuf Wijaya.

Baca juga: Fintech Syariah Ini Targetkan Nilai Transaksi di 2020 Capai Rp 800 Miliar

Ronald mengatakan, sebelum menggunakan meminjam uang dari fintech, langkah awalnya yakni memastikan legalitas fintech tersebut.

"Ini penting karena ketika fintech sudah terdaftar dan memiliki sertifikat izin OJK, itu artinya semua persyaratan yang dibuat dari OJK lengkap dan dipenuhi," ujarnya saat ditemui Kompas.com di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Persyaratan itu dibuat untuk memproteksi kedua belah pihak baik untuk penyelenggara dan pengguna. Ronald meminta masyarakat untuk lebih bijaksana sebelum meminjam uang di  Fintech.

Baca juga: Ingin Bantu Petani? 3 Fintech Ini Bisa Dipilih untuk Salurkan Dana

Lebih lanjut Ronald juga mencontohkan ada beberapa kasus Fintech yang ilegal dan tidak terdaftar di OJK memberi pinjaman yang bunganya berlipat-lipat sehingga para nasabah tidak sanggup membayarnya.

"Alhasil apa? Nasabah tidak sanggup membayar dan penagih datang ke rumah nasabah secara tidak manusiawi, itu banyak sekali kasus seperti itu," lanjutnya.

Ronald juga mengatakan, cara mengetahui apakah fintech terdaftar di OJK atau tidak bisa dicek langsung di website OJK yakni ojk.co.id.

"Cek melalui situs resmi ojk dan di sana kita akan diberitahukan daftar fintech apa saja yang terdaftar di OJK dan apabila fintech yang diinginkan tidak terdaftar lebih baik jangan digunakan karena akan menyebabkan banyak kerugian," ucapnya.

Baca juga: Kasus Asabri: Implikasi Politik Sensitif hingga Butuh Bailout Pemerintah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Whats New
Akses Keuangan Belum Merata, Platform Open Data Ini Kolaborasi dengan Visa

Akses Keuangan Belum Merata, Platform Open Data Ini Kolaborasi dengan Visa

Rilis
Barata Indonesia Rampungkan Pengerjaan Turbin Uap PLTU Jawa 9 dan 10

Barata Indonesia Rampungkan Pengerjaan Turbin Uap PLTU Jawa 9 dan 10

Rilis
Daftar 18 Investasi Ilegal yang Ditutup SWI Sepanjang September 2022

Daftar 18 Investasi Ilegal yang Ditutup SWI Sepanjang September 2022

Whats New
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Jalur Rempah Dihidupkan Kembali

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Jalur Rempah Dihidupkan Kembali

Whats New
Penjelasan PUPR dan Pengelola soal Tarif Tol BSD Tidak Digratiskan meski Banjir

Penjelasan PUPR dan Pengelola soal Tarif Tol BSD Tidak Digratiskan meski Banjir

Whats New
23 UKM Terpilih Jadi Penyedia Official Merchandise G20, Bagaimana Kurasinya?

23 UKM Terpilih Jadi Penyedia Official Merchandise G20, Bagaimana Kurasinya?

Whats New
Luhut Minta PLN Pastikan Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan Saat KTT G20 di Bali

Luhut Minta PLN Pastikan Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan Saat KTT G20 di Bali

Whats New
Wings Group Bantah Ada Kandungan Etilen Oksida Dalam Mie Sedaap

Wings Group Bantah Ada Kandungan Etilen Oksida Dalam Mie Sedaap

Whats New
Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di 5 Persen

Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di 5 Persen

Whats New
Erick Thohir: Penugasan-penugasan di BUMN itu 'Tends to Corrupt...'

Erick Thohir: Penugasan-penugasan di BUMN itu "Tends to Corrupt..."

Whats New
Buka WCCE 2022, Jokowi Bertemu Pelaku UMKM Bali yang Tembus Ekspor

Buka WCCE 2022, Jokowi Bertemu Pelaku UMKM Bali yang Tembus Ekspor

Whats New
BI Catat Ada Kesepakatan Bisnis Rp 9,43 Triliun di FESyar 2022

BI Catat Ada Kesepakatan Bisnis Rp 9,43 Triliun di FESyar 2022

Whats New
Pramono Anung Sentil Menteri PANRB Baru Segera Isi Jabatan Pimpinan Tinggi yang Kosong

Pramono Anung Sentil Menteri PANRB Baru Segera Isi Jabatan Pimpinan Tinggi yang Kosong

Whats New
TransNusa Buka Penerbangan Jakarta-Yogyakarta-Bali, Ada Diskon Tiket 25 Persen

TransNusa Buka Penerbangan Jakarta-Yogyakarta-Bali, Ada Diskon Tiket 25 Persen

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.