Mencicipi Segarnya Bisnis Minuman Kekinian

Kompas.com - 19/01/2020, 08:18 WIB
Minuman kekinian tea series dari Laku.idn KONTAN/Laku.idnMinuman kekinian tea series dari Laku.idn

JAKARTA, KOMPAS.com - Usaha minuman kekinian hingga kini masih terus bertahan. Ini terlihat dari masih maraknya gerai minuman kekinian di sejumlah tempat, mulai dari perumahan, hingga merangsek pusat belanja.

Biasanya gerai minuman kekinian ini sudah menyediakan beragam aneka menu minuman segar sebagai bentuk inovasi. Tak cuma thai tea asal Thailand dan sejenisnya saja tapi juga minuman yang lain asal Taiwan yaitu cheese tea.

Sajian ragam menu minuman kekinian tersebut juga ada di gerai Laku.idn alias Laku Indonesia asal Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga: Tiga Usaha Ini Laris Manis Saat Banjir

Sang pemilik, Riska Ayunda Rahmi melihat masih adanya potensi bisnis dari gerai minuman kekinian tersebut, terutama thai tea dan sejenisnya. Ia pun mulai membuka gerai Laku.idn pada Desember 2019.

Kurang dari dua bulan, ia mulai memberanikan diri menawarkan paket kemitraan usaha Laku.idn. Hasilnya, saat ini sudah ada satu gerai mitra yang sudah beroperasi di Jakarta. Adapun gerai pribadi baru ada satu unit dan beroperasi di Bekasi.

Laku.idn menawarkan satu jenis paket kemitraan dengan investasi Rp 13,7 juta. Dengan modal ini, mitra mendapatkan fasilitas untuk gerai penjualan seperti spanduk, peralatan dan perlengkapan, serta bahan baku awal untuk 350 cup.

Karena masih baru, ia pun memberi iming-iming bagi mitra yang mau bergabung dengan Laku.idn dengan bonus peralatan untuk lima mitra pertama berupa meja, printer bluetooth. dan spanduk promosi.

Baca juga: Peluang Bisnis Waralaba Minuman Boba Menjanjikan

Setelah beroperasi, mitra nantinya wajib memasok bahan baku awal seperti varian rasa minuman thai tea dan cheese tea, serta kemasan ke pusat. Apabila mitra tidak membeli bahan baku awal ke pusat selama dua bulan maka secara otomatis mitra dianggap tidak aktif.

Riska mengingatkan, dirinya berhak menarik kembali fasilitas yang telah diberikan ke mitra.

"Kalau mereka membeli dari luar akan mengurangi cita rasa khas dari Laku.idn," katanya kepada KONTAN, (15/1/2019).

Gerai Laku.idn, menawarkan beragam varian menu, mulai dari thai tea, green tea, lemon tea, cokelat, vanila, kopi, taro, mangga blueberry, stroberi, dan yang lainnya. Ini masih ditambah aneka topping seperti jeli, bubble dan krim keju. Adapun banderol harga antara Rp 8.000 per cup sampai Rp 10.000 per cup saja.

Baca juga: Simak 4 Tips Ini Sebelum Memulai Bisnis Franchise

Dengan fasilitas dan aneka menu yang tersedia, Riska memproyeksikan mitra usaha bisa balik modal dalam jangka waktu dua bulan sampai tiga bulan. Syaratnya adalah mitra bisa memenuhi target penjualan yakni 70 cup per hari yang setara dengan Rp 21 juta per bulan.

"Kalau mitra menjual sesuai target, balik modalnya pasti tepat waktu," klaimnya.

Dengan skema kemitraan tersebut, Riska pun optimistis bisnis ini akan semakin dikenal oleh masyarakat. Ia menargetkan bisa menjaring hingga 50 mitra lagi sampai akhir tahun 2020. (Venny Suryanto)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Meneguk kembali fulus dari minuman kekinian ala Laku.idn



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

GAPPRI Minta Pemerintah Perhatikan Kondisi Industri Hasil Tembakau

GAPPRI Minta Pemerintah Perhatikan Kondisi Industri Hasil Tembakau

Whats New
Dorong Produktivitas Petani di Baubau, Kementan Salurkan Alsintan

Dorong Produktivitas Petani di Baubau, Kementan Salurkan Alsintan

Rilis
Ini Cara Menggunakan Fitur Rekognisi Wajah dan Sidik Jari ShopeePay

Ini Cara Menggunakan Fitur Rekognisi Wajah dan Sidik Jari ShopeePay

Spend Smart
IHSG Pekan Depan DIprediksi Menguat, Ini Faktor Pendukungnya

IHSG Pekan Depan DIprediksi Menguat, Ini Faktor Pendukungnya

Whats New
Produsen Pipa Baja Buka Lowongan untuk Semua Jurusan, Cek Posisi dan Syaratnya

Produsen Pipa Baja Buka Lowongan untuk Semua Jurusan, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Sulap Sampah Menjadi Mainan Robot, Aulia Dapat Pesanan untuk PM Korea hingga Indro Warkop

Sulap Sampah Menjadi Mainan Robot, Aulia Dapat Pesanan untuk PM Korea hingga Indro Warkop

Smartpreneur
Ada Kemungkinan Pembukaan Gelombang 11, Jangan Lupa Daftar di Prakerja.go.id

Ada Kemungkinan Pembukaan Gelombang 11, Jangan Lupa Daftar di Prakerja.go.id

Whats New
Kalah dengan Malaysia, Kadin Berharap Standar Halal Indonesia Bisa Diakui Dunia

Kalah dengan Malaysia, Kadin Berharap Standar Halal Indonesia Bisa Diakui Dunia

Whats New
BLT UMKM Sudah Masuk Tahap II, Bagaimana Skema Pencairan?

BLT UMKM Sudah Masuk Tahap II, Bagaimana Skema Pencairan?

Whats New
373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

Whats New
Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Whats New
7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

Whats New
Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Smartpreneur
Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Earn Smart
Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X