PLN Padamkan 15 Gardu Akibat Banjir Jakarta

Kompas.com - 24/01/2020, 17:07 WIB
Sejumlah pekerja menyelesaikan pekerjaan rekonduktoring atau penggantian kabel konduktor jalur transmisi SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) 150.00 volt (150 kV) dari gardu induk Angke ke Karet lama di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (27/7/2019). Penambahan jaringan listrik di tujukan untuk memperluas jangkauan distribusi pasokan listrik di Jakarta raya dan sekitarnya serta sekaligus meningkatkan pelayanan terhadap konsumen PT PLN. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSejumlah pekerja menyelesaikan pekerjaan rekonduktoring atau penggantian kabel konduktor jalur transmisi SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) 150.00 volt (150 kV) dari gardu induk Angke ke Karet lama di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (27/7/2019). Penambahan jaringan listrik di tujukan untuk memperluas jangkauan distribusi pasokan listrik di Jakarta raya dan sekitarnya serta sekaligus meningkatkan pelayanan terhadap konsumen PT PLN.


JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) menyatakan telah memadamkan 15 gardu distribusi listrik pada pukul 14.00 WIB pasca curah hujan tinggi di Jakarta sejak pagi.

Pemadaman dilakukan demi keselamatan warga agar terhindar dari risiko tersetrum listrik akibat banjir di Jakarta.

"Demi keselamatan masyarakat agar terhindar dari bahaya tersengat arus listrik, pada pukul 14.00 WIB sebanyak 15 Gardu Distribusi di Jakarta dan sekitarnya terpaksa dipadamkan karena banjir," jelas SRM General Affairs PLN UID Jakarta Raya Tris Yanuarsyah dalam keterangannya, Jumat (24/1/2020).

Akibat pemadaman gardu distribusi tersebut, sejumlah wilayah di Jakarta akan terdampak.

Sejumlah lokasi yang terdampak pemadaman antara lain PT Label Prakarsa, Hotel Jayakarta, Panin Bank, Jalan Batu Tulis dan sekitarnya, Jalan Kepu Utara dan sekitarnya.

Lalu Jalan Cempaka Putih Barat dan sekitarnya, Jalan Cempaka Putih Barat dan sekitarnya, Jalan Cempaka Putih Tengah dan sekitarnya, Villa Gading indah, Kapuk Kamal Pergudangan Eco Park. Jalan Kamal Indah (Pertigaan Benda Raya-Tegal Alur).

Baca juga: Mal Cipinang Indah Masih Tutup karena Masalah Listrik, Ini Kata PLN

PLN mengimbau agar masyarakat yang wilayahnya terkena genangan air mematikan listrik dari Miniature Curcuit Breaker (MCB).

PLN Jakarta Raya juga meminta masyarakat mencabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak, dan menaikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman.

"Apabila aliran listrik di sekitar rumah belum padam, masyarakat bisa menghubungi Contact Center PLN di nomor 123 atau kantor PLN terdekat dan meminta untuk dipadamkan," kata Tris.

Setelah banjir surut, masyarakat dihimbau memastikan semua alat elektronik dan jaringan listrik dalam keadaan kering.

Selain itu, PLN juga menjamin semua jarungan distribusi listrik dalam keadaan kering dan aman untuk menyalurkan energi listrik.

“Pemadaman ini terpaksa kami lakukan demi keselamatan warga, dan nantinya akan kembali dinyalakan ketika kondisi benar-benar dalam keadaan aman bagi warga,” ungkap Tris.

Baca juga: Mal Cipinang Indah Masih Tutup karena Masalah Listrik, Ini Kata PLN

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stafsus Erick Thohir: Hampir Semua Negara “Bertempur” Mencari PCR

Stafsus Erick Thohir: Hampir Semua Negara “Bertempur” Mencari PCR

Whats New
[POPULER MONEY] Luhut Tetap Ingin Tuntut Said Didu | Jumlah Paten China Kalahkan AS

[POPULER MONEY] Luhut Tetap Ingin Tuntut Said Didu | Jumlah Paten China Kalahkan AS

Whats New
Bill Gates Prediksi AS Benar-benar Terbebas dari Virus Corona Pada Tahun 2021

Bill Gates Prediksi AS Benar-benar Terbebas dari Virus Corona Pada Tahun 2021

Whats New
Kadin Usul Pemerintah Bantu Bayar THR Karyawan

Kadin Usul Pemerintah Bantu Bayar THR Karyawan

Whats New
Wastafel Portabel Produksi BLK Lembang Mulai Didistribusikan

Wastafel Portabel Produksi BLK Lembang Mulai Didistribusikan

Whats New
Kemenhub Godok Aturan soal Pengendalian Mudik 2020

Kemenhub Godok Aturan soal Pengendalian Mudik 2020

Whats New
1,2 Juta Pekerja Dirumahkan dan PHK, Menaker Minta Pengusaha Cari Solusi Lain

1,2 Juta Pekerja Dirumahkan dan PHK, Menaker Minta Pengusaha Cari Solusi Lain

Whats New
BAZNAS Salurkan Infak Biaya Asuransi untuk 17.000 Relawan Gugus Tugas Covid-19

BAZNAS Salurkan Infak Biaya Asuransi untuk 17.000 Relawan Gugus Tugas Covid-19

Whats New
Pemerintah Alihkan Dana Desa hingga Rp 24 Triliun untuk BLT

Pemerintah Alihkan Dana Desa hingga Rp 24 Triliun untuk BLT

Whats New
Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur 250.000 Ton Gula ke Pasar

Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur 250.000 Ton Gula ke Pasar

Whats New
DANA Ajak Penggunanya Mendata Warung, Untuk Apa?

DANA Ajak Penggunanya Mendata Warung, Untuk Apa?

Whats New
Dukung Pembatasan Sosial, PGN Terapkan Catat Meter Mandiri dan Dorong Pembayaran Daring

Dukung Pembatasan Sosial, PGN Terapkan Catat Meter Mandiri dan Dorong Pembayaran Daring

Whats New
Bank dan Leasing Sudah Mulai Terima Keringanan Kredit Nasabah

Bank dan Leasing Sudah Mulai Terima Keringanan Kredit Nasabah

Whats New
Demi Penanganan Corona, Sri Mulyani Tunda Pencairan Anggaran Proyek Infrastruktur Kurang Prioritas

Demi Penanganan Corona, Sri Mulyani Tunda Pencairan Anggaran Proyek Infrastruktur Kurang Prioritas

Whats New
Pemilik Djarum Masih Jadi Orang Terkaya RI versi Forbes 2020

Pemilik Djarum Masih Jadi Orang Terkaya RI versi Forbes 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X