Maskapai AS Mulai Batalkan Penerbangan ke China Karena Virus Corona

Kompas.com - 02/02/2020, 20:00 WIB
Ilustrasi maskapai Delta Airlines. (Shutterstock) Ilustrasi maskapai Delta Airlines. (Shutterstock)

NEW YORK, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan asal Amerika Serikat, American Airlines dan Delta Air Lines mengumumkan lebih banyak pembatalan penerbangan ke China pada Sabtu (1/2/2020) seiring dengan peningkatan jumlah korban yang meninggal dan terinfeksi virus corona di negar tersebut.

Dikutip dari CNN, Delta mengatakan akan menunda penerbangan dari dan ke China dari Amerika Serikat mulai dari Minggu (2/2/2020) hingga 30 April 2020.

Penundaan penerbangan tersebut empat hari lebih awal dari yang sebelumnya direncanakan. Penerbangan terakhir Delta ke China pada Sabtu (1/2/2020) dan kembali ke negara tersebut pada Minggu.

Baca juga: Takut Tertular Corona, Bagaimana Warga China Pesan Makan lewat "Ojol"?

Percepatan tersebut dilakukan setelah pemerintah Amerika Serikat memberi peringatan untuk tidak melakukan perjalanan ke China karena khawatir mengenai persebaran virus corona yang ditemukan di Wuhan, China Desember lalu.

Saat ini lebih dari 12.000 kasus terinfeksi virus terjadi di seluruh dunia dengan 11.800 di antaranya terjadi di China. Setidaknya terdapat 26 negara yang melaporkan kasus tersebut, termasuk tiga orang di Jepang, dua orang di Inggris dan dua orang lainnya di Australia pada Sabtu ini.

Kekhawatiran atas virus tersebut telah mengguncang pasar saham global bahkan membuat maskapai di seluruh dunia untuk mengubah jadwal penerbangan mereka karena permintaan perjalanan ke China menurun drastis.

American Airlines telah membatalkan seluruh penerbangan ke China mulai Jumat (31/1/2020) lalu, dan mengonfirmasi bakal menghentikan penerbangan ke Hong Kong pada Senin (3/2/2020).

"Kami akan membuat keputusan mengenai penerbangan ke Hong Kong setiap hari sesuai dengan situasi operasional," tulis American Airlines dalam ketrangan tertulis mereka.

British Airways, Air Asia, Cathay Pacific, Air India, IndiGo, Lufthansa, dan Finnair telah mengumumkan rencana minggu ini untuk memangkas jumlah penerbangan yang mereka operasikan ke Cina atau berhenti terbang ke negara itu sepenuhnya. Adapun Maskapai lain menawarkan pengembalian uang kepada pelanggan.

Serikat pilot Amerika Serikat telah menekankan isu mengenai kedekatan Hong Kong dengan China yang menurut mereka juga berpotensi dalam persebaran virus.

"Walaupun Hong Kong adalah wilayah administrasi khusus, virus ini tidak mengenali kata-kata geopolitik seperti itu. Lihat saja peta itu. Hong Kong secara geografis adalah daratan yang merupakan bagian dari China. Masalah geopolitik, yang jelas-jelas kita hormati, virusnya tidak," kata juru bicara Asosiasi Pilot Capt Dennis Tajer yang mewakili 15.000 pilot American Airlines.

Serikat pekerja minggu ini menuntut perusahaan untuk segera menghentikan layanan dari dan ke China, dengan alasan serius, dan dalam banyak hal masih belum diketahui, serta ancaman kesehatan yang ditimbulkan oleh virus corona. Hingga Sabtu, gugatan itu masih menunggu keputusan hakim, menurut Tajer.

United Airlines (UAL) mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka menangguhkan penerbangan dari kota-kota hub-nya di AS dan Beijing, Chengdu dan Shanghai dari 6 Februari hingga 28 Maret.

"Hingga minggu depan, maskapai akan mengoperasikan penerbangan tertentu untuk membantu memastikan karyawan kami yang berbasis di AS, seperti juga pelanggan, memiliki opsi untuk kembali ke rumah," ujar mereka.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X