Kompas.com - 03/04/2020, 20:01 WIB
Ilustrasi biji kopi PhuchitIlustrasi biji kopi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketimbang urusan permintaan pasar, saat ini industri dan perkebunan kopi memiliki hambatan yang lebih krusial yakni distribusi dan transportasi logistik untuk memenuhi kebutuhan kopi dunia.

Soal pasar, Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) bilang, hingga saat ini untuk permintaan di tingkat global belum ada indikasi pelemahan.

"Permintaan di pasar tidak ada masalah walau Covid-19 ini mewabah, cuma masalah utama kami ialah logistik dan kesulitan mendapatkan jadwal angkut kapal, belum lagi ketersediaan kontainer," terang Moelyono Soesilo, Wakil Ketua Umum AEKI kepada Kontan.co.id, Jumat (3/4/2020).

Baca juga: Belanja di Alfamart Bisa Pakai WhatsApp, Begini Caranya

Sehingga usaha Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencari pasar baru bagi komoditas perkebunan, antisipasi melemahnya permintaan dari China, tidak terlalu relevan bagi industri kopi.

Menurut Moelyono, yang perlu disoroti ialah bagaimana jalur distribusi eksportir kopi dapat berjalan lancar.

Saat ini pelabuhan dan administrasi buka dengan waktu yang terbatas, tak jarang pengiriman kopi ke luar negeri bisa delay hingga tiga hari lebih. Padahal potensi ekspor masih besar, walau AEKI belum membidik pertumbuhan yang tinggi di tahun ini.

Sedikit banyak wabah virus corona akan berakibat pada konsumsi, Moelyono bilang asosiasi berharap setidaknya penjualan ekspor dapat menyamai dengan tahun lalu. Secara perolehan nilai, ekspor tahun lalu memang mengalami kenaikan tinggi mencapai 35 persem year on year (yoy).

Baca juga: Cerita Bos Garuda yang Heran Anak Cucu Perusahaannya Berbisnis Rental Mobil

Volume penjualan ekspor kopi, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) memang mengalami kenaikan dimana tahun 2018 hanya 280.000 ton. Sementara di tahun 2019 kemarin volume ekspor kopi Indonesia mencapai 359.000 ton.

Sementara itu bagi produsen kopi olahan PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN), manajemen menyambut baik usaha pemerintah memperkuat kopi Indonesia di pasar global. Hanya saja menurut Lie Sukiantono Budinarta, Direktur PSDN sebenarnya pasar China sejauh ini belum merupakan tujuan ekspor utama karena pasar tradisional Indonesia ialah Eropa, Amerika dan Jepang.

Baca juga: Pengumuman, Klaim Token Listrik Gratis lewat WhatsApp Baru Bisa Dilakukan 6 April

Mengutip data Kementerian Pertanian, pada tahun lalu sebagian ekspor kopi Indonesia dikirim ke Amerika Serikat sebanyak 52.000 ton atau 19 persen dari total volume ekspor 2019. Selanjutnya diikuti oleh Malaysia sebanyak 38.000 ton dan Jepang 30.000 ton.

Namun demikian, kata Lie, di tengah pandemi virus corona saat ini, justru kegiatan perekonomian di China lah yang sudah kembali bergerak aktif dibanding kawasan lainnya. "Maka menggarap pasar China tetap perlu ditingkatkan," katanya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/4/2020).

PSDN sendiri diketahui memiliki anak usaha yang mengelola perkebunan kopi di Bengkulu. Sebagian penjualan kopi perusahaan diisi oleh pasar ekspor dimana negara tujuan utamanya masih sekitar Asia dan menurut Lie belum ada kendala berarti dalam memasarkan produknya di tengah wabah ini. (Agung Hidayat | Anna Suci Perwitasari)

Baca juga: Pelanggan Listrik 900 VA Kode R1M Tak Dapat Diskon, Ini Alasannya

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Permintaan kopi masih kuat, industri keluhkan hambatan logistik akibat virus corona



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Sedarah tapi Saling Cemburu | Pandangan Keliru tentang Anak Sulung | Puncak Sibling Rivalry Ada pada Pembagian Harta Warisan

[KURASI KOMPASIANA] Sedarah tapi Saling Cemburu | Pandangan Keliru tentang Anak Sulung | Puncak Sibling Rivalry Ada pada Pembagian Harta Warisan

Rilis
Menhub Ingin Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Menhub Ingin Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Rilis
Update 10 Sekolah Ikatan Dinas Favorit: STIS dan STAN Banjir Peminat

Update 10 Sekolah Ikatan Dinas Favorit: STIS dan STAN Banjir Peminat

Whats New
Pemerintah Minta Pekerja Swasta Tidak Mudik Lebaran

Pemerintah Minta Pekerja Swasta Tidak Mudik Lebaran

Whats New
Deposito Nasabah Bank Mega Syariah Rp 20 Miliar Raib, Ini Kronologinya

Deposito Nasabah Bank Mega Syariah Rp 20 Miliar Raib, Ini Kronologinya

Whats New
Simak Proyeksi IHSG Pekan Depan

Simak Proyeksi IHSG Pekan Depan

Earn Smart
Ada Relokasi VMS, Jasa Marga Lakukan Buka Tutup Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Ada Relokasi VMS, Jasa Marga Lakukan Buka Tutup Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Whats New
Tutup Bisnis Perbankan Ritel, Ini Nasib Nasabah dan Karyawan Citigroup

Tutup Bisnis Perbankan Ritel, Ini Nasib Nasabah dan Karyawan Citigroup

Whats New
Formasi CPNS 2021 Ini Bisa Diikuti Pelamar Usia 40 Tahun

Formasi CPNS 2021 Ini Bisa Diikuti Pelamar Usia 40 Tahun

Whats New
[TREN FOODIE KOMPASIANA] Bikin Risol Mayo, Bisa untuk Camilan Buka Puasa, Loh! | Resep Pastel Tutup Klasik, Lezat dan Bergizi!

[TREN FOODIE KOMPASIANA] Bikin Risol Mayo, Bisa untuk Camilan Buka Puasa, Loh! | Resep Pastel Tutup Klasik, Lezat dan Bergizi!

Rilis
Menhub Terus Upayakan Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Menhub Terus Upayakan Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Whats New
Petani di Jawa Timur Rasakan Banyak Manfaat dari Kartu Tani

Petani di Jawa Timur Rasakan Banyak Manfaat dari Kartu Tani

Whats New
Pengertian Zakat, Hukum, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Pengertian Zakat, Hukum, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Spend Smart
Partisipasi Telkom di Hannover Messe 2021 Dukung Kedaulatan Digital Indonesia

Partisipasi Telkom di Hannover Messe 2021 Dukung Kedaulatan Digital Indonesia

Whats New
Bank Syariah Indonesia Gelar RUPS 6 Mei, Ini Agendanya

Bank Syariah Indonesia Gelar RUPS 6 Mei, Ini Agendanya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X