Menjelang Hari-hari Terakhir Usia Maskapai Penerbangan

Kompas.com - 04/05/2020, 07:33 WIB
Sunset di Bandara Ngurah Rai Shutterstock/I Gede Arya Wisnu KarsanaSunset di Bandara Ngurah Rai

DAMPAK dari virus corona Covid 19 ternyata sangat dahsyat terhadap Industri penerbangan terutama bisnis maskapai penerbangan di seluruh dunia.

Willie Walsh pimpinan IAG (International Airlines Group) mengatakan bahwa maskapai penerbangan di Eropa telah turun kapasitasnya sebesar 75 persen belakangan ini dan tidak ada jaminan bahwa maskapai penerbangan Eropa akan sanggup bertahan dalam 2 bulan ke depan.

Kajian dari CAPA (Centre for Asia-Pacific Aviation) lembaga konsultasi dan analisis penerbangan yang berbasis di Sydney Australia menjelaskan bahwa tanpa bantuan yang diberikan oleh pemerintah, maka lebih separuh dari 800 maskapai penerbangan diseluruh dunia akan mengalami kebangkrutan pada akhir Mei 2020.

Kondisinya memang lebih hebat dari dampak serangan teroris pada tragedi 911 di tahun 2001.

Richard Branson pendiri Virgin Group yang antara lain mengelola Virgin Australia mengatakan dengan gamblang bahwa Virgin Atlantic membutuhkan bantuan pemerintah untuk kelangsungan hidup maskapainya. Tanpa bantuan pemerintah maka akan mustahil Virgin Atlantic akan dapat tetap bertahan hidup.

Sementara itu Sekjen INACA (Indonesia Air Carriers Association) mengumumkan bahwa sebagai akibat dampak penyebaran virus corona covid 19 tercatat sudah 2 maskapai penerbangan yang menutup operasinya di Indonesia pada awal April 2020.

Baca juga: Imbas Virus Corona, Warren Buffett Lepas Saham Maskapai Penerbangan

Di Amerika Serikat, pengamat Industri Penerbangan Mike Boyd mengatakan bahwa walau telah dikucurkan stimulus berupa suntikan tunai dari pemerintah AS sebesar 50 miliar dollar US, jumlah tersebut tidak akan cukup untuk dapat menyelamatkan industri penerbangan yang mengalami kerugian besar sebagai akibat virus Covid 19.

Gambaran dari kesemua itu seolah membuktikan dengan terang benderang bahwa bisnis maskapai penerbangan ternyata sangat rentan dan bergantung kepada peran besar Pemerintah.

Kondisi yang dihadapi saat ini seolah membuka mata kita semua bahwa jaringan perhubungan udara sebuah negara memang seharusnya berada langsung di bawah pengelolaan pemerintah.

Keikutsertaan pihak swasta ternyata memang sangat diperlukan, namun harus berada dalam ruang sebatas memenuhi kelengkapan semata atau complementary. Kebutuhan kapital yang besar dengan nilai keuntungan yang sangat tipis tidak bisa dihindari memposisikan maskapai penerbangan swasta pada tempat yang disebut sebagai complementary dan tidak sebagai the leading role atau pemain utama.

Situasi dan kondisi yang tengah kita hadapi sekarang (dampak covid 19) telah membuka mata kita semua tentang hal ini dengan sangat jelas.

Tidak terkecuali di Indonesia, nasib maskapai penerbangan yang belakangan ini sudah tinggal dalam ukuran jari saja jumlahnya, tidak luput berhadapan dengan kesulitan luar biasa dalam menghadapi serangan wabah Covid 19.

Dipastikan tanpa bantuan pemerintah maka nasib maskapai penerbangan di Indonesia akan berada dalam lorong yang sama seperti maskapai lainnya di permukaan bumi ini yang tengah mengalir menuju hari-hari akhir kehidupannya.

Era pasca Covid 19 kita semua akan melihat dan menyaksikan perbedaan nyata dari format bangunan sebuah bisnis angkutan udara yang berujud sebuah maskapai penerbangan.

Di sisi lain sudah mulai beredar berita pada daerah-daerah tertentu tentang kelebihan suplai yang tidak bisa terangkut dan daerah-daerah tertentu lainnya yang tengah menghadapi kehabisan stok persediaan makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

Itu adalah sebuah kondisi yang sangat khas dan logis dari sebuah kondisi sebagai akibat terhambatnya fasilitas angkutan udara yang biasanya dapat mendukung kebutuhan tersebut dengan cepat dan terjadwal.

Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah apa yang harus dilakukan oleh kita semua dalam menghadapi permasalahan ini. Yang pasti sektor perhubungan udara di Indonesia memegang peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup negeri, terlebih pada masa sulit berhadapan dengan wabah Covid 19.

Baca juga: Gelombang PHK Melanda Industri Penerbangan Eropa

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X