Pengusaha Ritel Tunggu Mekanisme Aturan New Normal

Kompas.com - 26/05/2020, 06:07 WIB
Sejumlah pengunjung mengenakan masker saat berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/5/2020).  Berbagai upaya imbauan penerapan protokol kesehatan dengan tanda tertulis maupun melalui pengeras suara seperti wajib menggunakan masker dan menjaga jarak antarpengunjung (phsycal distancing) dilakukan sejumlah pengelola pusat perbelanjaan di Kota Semarang guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di tengah lonjakan pengunjung jelang lebaran. ANTARA FOTO/AJI STYAWANSejumlah pengunjung mengenakan masker saat berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/5/2020). Berbagai upaya imbauan penerapan protokol kesehatan dengan tanda tertulis maupun melalui pengeras suara seperti wajib menggunakan masker dan menjaga jarak antarpengunjung (phsycal distancing) dilakukan sejumlah pengelola pusat perbelanjaan di Kota Semarang guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di tengah lonjakan pengunjung jelang lebaran.

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mendukung keputusan pemerintah yang berencana menerapkan new normal dalam waktu dekat.

Namun, Aprindo mengaku belum mengetahui secara pasti terkait mekanisme aturan baru ini bagi retail modern.

"Kami pasti mendukung kebijakan new normal ini. Tapi kan kita belum tahu bagaimana pelaksanaannya bagi retail modern," ujar Sekretaris Jenderal Aprindo Solihin seperti dilansir Kontan.co.id, Senin (25/5/2020).

Baca juga: Industri Ritel Diprediksi Alami Perbaikan Paling Cepat Pasca Pandemi Covid-19

Menurut dia, sampai saat ini, Aprindo belum menerima surat resmi terkait tata cara pelaksanaan new normal bagi bisnis retail di Indonesia. Imbasnya dalam menjalankan operasional bisnis perusahaan masih merujuk aturan lama sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

"Kita masih pakai lama, seperti aturan penggunaan masker dan pemeriksaan suhu tubuh tanpa terkecuali. Selain itu, Aprindo juga menerapkan pengaturan physical distancing di seluruh tempat usaha untuk meminimalisir risiko penularan virus Corona covid-19. Tapi ini bisa disesuaikan. Kan setiap anggota usaha Aprindo mempunyai kondisi dan yang berbeda-beda," katanya.

Solihin mengatakan, mayoritas pelaku bisnis retail modern mengalami penurunan omzet yang signifikan. Hal ini disebabkan telah berkurangnya jumlah pengunjung seiring meluasnya pandemi Corona covid-19 di Indonesia.

Baca juga: Hadapi New Normal, Begini Persiapan Perbankan di Indonesia

Untuk itu, menurut Solihin, new normal diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pemulihan ekonomi nasional yang tengah terpuruk akibat pandemi ini.

Hal ini berkaca pada pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal I-2020 yang hanya tercatat sebesar 2,97 persen.

"Maka dari itu, new normal mungkin menjadi jalan recovery. Tapi kita masih tunggu aturannya bagi retail modern," jelasnya. (Selvi Mayasari)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co;id dengan judul Belum dapat aturan teknis new normal, ini yang diterapkan Aprindo



Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X