LMAN Gelontorkan Rp 4,39 Triliun sejak Maret 2020, buat Apa?

Kompas.com - 26/06/2020, 17:05 WIB
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol akses Serpong - Kunciran sepanjang 11,20 km di Kawasan Jombang Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (02/02/2018). Jalan tol  ini merupakan bagian dari jaringan Tol JORR 2 yang nantinya akan menghubungkan Bandara Soekarno Hatta hingga Bitung Tangerang dan diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan yang ada di tol dalam kota maupun tol JORR. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol akses Serpong - Kunciran sepanjang 11,20 km di Kawasan Jombang Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (02/02/2018). Jalan tol ini merupakan bagian dari jaringan Tol JORR 2 yang nantinya akan menghubungkan Bandara Soekarno Hatta hingga Bitung Tangerang dan diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan yang ada di tol dalam kota maupun tol JORR.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Manajemen Aset Negara ( LMAN) telah menggelontorkan dana untuk pembebasan lahan Proyek Strategis Nasional (PSN) sebesar Rp 4,39 triliun.

Dana itu digelontorkan sejak 16 Maret 2020 hingga 24 Juni 2020.

Direktur Utama LMAN Basuki Purwadi mengatakan, penggelontoran dana sejak 3 bulan belakangan itu menjadi bukti pembayaran pembebasan lahan PSN tetap berjalan meskipun dalam masa pandemi Covid-19.

Baca juga: 13 MI Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya, Investor Diminta Tenang

"LMAN tetap melaksanakan pembayaran pembebasan lahan infrastruktur PSN sesuai dengan target yang telah direncanakan. LMAN menjunjung tinggi tata kelola dan mengedepankan sinergi bersama," kata Basuki dalam konferensi video, Jumat (26/6/2020).

Adapun dana sebesar Rp Rp 4,39 triliun terdiri dari dana talangan kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan cost of fund senilai Rp 4,03 triliun. Pembayaran langsung kepada masyarakat senilai Rp 357 miliar.

Sampai tanggal 24 Juni 2020, LMAN telah membayarkan untuk seluruh sektor PSN sebesar Rp 53,4 triliun. Porsi pendanaan jalan tol memiliki porsi terbesar senilai Rp 47,8 triliun (89,48 persen) dan pendanaan non-tol senilai Rp 5,6 triliun (10,51 persen).

Baca juga: Ignasius Jonan Bakal Jadi Komisaris Unilever Indonesia

Selain itu, LMAN melakukan penyesuaian prosedur pendanaan lahan menyusul dikeluarkannya Peraturan Presiden No 66 Tahun 2020 tentang Pendanaan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Peraturan ini diterbitkan sebagai upaya pemerintah untuk memberikan payung hukum percepatan proses pendanaan lahan PSN, guna menyempurnakan peraturan sebelumnya, yaitu Perpres No 102 Tahun 2016.

"Pendanaan dan pengadaan tanah merupakan proses penting dan mendasar dalam percepatan pembangunan PSN. Dalam pelaksanaannya, diperlukan sinergi bersama seluruh pihak guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur," kata dia.

Baca juga: KSPI Kritik Gojek Soal PHK 430 Karyawan



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X