Selain Uang Rp 500 Juta, Petugas KCI Juga Pernah Temukan Laptop Hingga Perhiasan Seharga Puluhan Juta

Kompas.com - 10/07/2020, 13:53 WIB
Nama Mujenih (30) mendadak viral usai ia menemukan uang Rp 500 juta di dalam sebuah kantong plastik hitam pada Senin (6/7/2020) sore. Mujenih diketahui bekerja sebagai petugas kebersihan on train cleaning (OTC) di Stasiun Bojonggede. Dokumentasi PribadiNama Mujenih (30) mendadak viral usai ia menemukan uang Rp 500 juta di dalam sebuah kantong plastik hitam pada Senin (6/7/2020) sore. Mujenih diketahui bekerja sebagai petugas kebersihan on train cleaning (OTC) di Stasiun Bojonggede.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jagat media sosial tengah ramai membicarakan foto seorang petugas Kereta Rel Listrik ( KRL) Commuter Line yang menemukan uang Rp 500 juta di dalam gerbong kereta.

Foto tersebut menjadi viral setelah diketahui, Mujenih (30) seorang petugas kebersihan kereta memutuskan untuk mengembalikan uang dalam kantong plastik hitam yang ia temui dalam rangkaian kereta.

Aksi terpuji tersebut mengundang banyak pujian dari netizen. Banyak netizen mengapresiasi sifat jujur yang dimiliki Mujenih.

Baca juga: Agar Tak Ada Antrean, Bos KAI Usul Kapasitas KRL Ditingkatkan Jadi 100 Orang

VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia, Anne Purba mengatakan, kejujuran tersebut merupakan bukti nyata keandalan sistem Lost and yang dimiliki pihaknya.

Ia menjelaskan, meski barang bawaan menjadi tanggung jawab penumpang. Namun saat ada barang yang tertinggal di dalam kereta maupun stasiun dan selama tidak berpindah tangan ke orang, namun barang tersebut akan diamankan oleh petugas.

"Kejujuran dari para petugas di KRL maupun stasiun dalam menangani barang tertinggal ini telah berkali-kali terbukti," kata Anne dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2020).

Lebih lanjut, Anne mencatat, dalam satu hari rata-rata ada delapan barang yang ditemukan. Dimana, lebih dari 50 persen telah diambil kembali oleh pemilik barang.

Petugas KCI juga telah berkali-kali mengamankan barang tertinggal di dalam kereta, mulai dari makanan, tas, pakaian, helm, hingga benda berharga seperti laptop.

Bahkan, selain kantong plastik berisi uang Rp 500 juta, Anne menyebutkan, pihaknya juga pernah menemukan barang-barang berharga dengan nilai fantastis lainnya.

"Sebelumnya petugas juga pernah mengamakan uang tunai Rp 40 juta dan perhiasan emas bernilai puluhan juta," ujarnya.

Namun, dari segi nilai barang, uang tunai sebesar Rp 500 juta yang ditemukan pada Senin (6/7/2020) sore lalu adalah yang terbesar.

Anne menjelaskan, barang-barang yang tidak diambil oleh pemiliknya hingga lebih dari dua bulan tapi masih layak pakai, seperti pakaian, perkakas, dan tempat makan akan dikumpulkan.

Petugas kemudian akan membersihkan dan mengelompokkan barang-barang tersebut. Barang kemudian disumbangkan ke panti asuhan dan yayasan yang membutuhkan.

"Terakhir PT KCI menyumbangkan barang ke Panti Asuhan di Kampung Cipayung, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor pada 4 Juni 2020," ucap Anne.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BLT UMKM yang Sudah Ditransfer Harus Segera Dicairkan, Ini Alasannya

BLT UMKM yang Sudah Ditransfer Harus Segera Dicairkan, Ini Alasannya

Whats New
Cari Banyak Karyawan, Taspen: Kami Utamakan Orang yang Punya Kepedulian Tinggi

Cari Banyak Karyawan, Taspen: Kami Utamakan Orang yang Punya Kepedulian Tinggi

Whats New
Penyerapan BLT UMKM Belum 100 Persen, Pelaku Usaha Masih Bisa Daftar

Penyerapan BLT UMKM Belum 100 Persen, Pelaku Usaha Masih Bisa Daftar

Whats New
Punya e-Pas, Nelayan Bisa Agunkan Kapal ke Bank

Punya e-Pas, Nelayan Bisa Agunkan Kapal ke Bank

Whats New
Sri Mulyani Ingatkan Bahana soal PMN Rp 20 Triliun bukan Untuk Selesaikan Jiwasraya

Sri Mulyani Ingatkan Bahana soal PMN Rp 20 Triliun bukan Untuk Selesaikan Jiwasraya

Whats New
Sri Mulyani Ingatkan Prabowo soal Anggaran Rp137 Triliun Tak Hanya untuk Belanja Alutsista

Sri Mulyani Ingatkan Prabowo soal Anggaran Rp137 Triliun Tak Hanya untuk Belanja Alutsista

Whats New
MK Tolak Gugatan Ninmedia, MNC Group: Hak Siar Dilindungi Negara

MK Tolak Gugatan Ninmedia, MNC Group: Hak Siar Dilindungi Negara

Whats New
Digitalisasi dan Inovasi Produk, Upaya Bisnis Waralaba Bertahan Selama Pandemi

Digitalisasi dan Inovasi Produk, Upaya Bisnis Waralaba Bertahan Selama Pandemi

Smartpreneur
Menaker Ungkap Masih Ada Kendala Penyaluran Subsidi Gaji

Menaker Ungkap Masih Ada Kendala Penyaluran Subsidi Gaji

Whats New
Produk Soda Api Indonesia Kini Bebas Safeguard ke Ukraina

Produk Soda Api Indonesia Kini Bebas Safeguard ke Ukraina

Rilis
Lembaga Sertifikasi Profesi KAI Kantongi Lisensi BNSP

Lembaga Sertifikasi Profesi KAI Kantongi Lisensi BNSP

Whats New
Luhut Nilai Sertifikasi Produk Kesehatan dan Farmasi RI Mutlak Diperlukan

Luhut Nilai Sertifikasi Produk Kesehatan dan Farmasi RI Mutlak Diperlukan

Whats New
Grab Lolos dari Denda Rp 30 Miliar, KPPU Bakal Ajukan Kasasi

Grab Lolos dari Denda Rp 30 Miliar, KPPU Bakal Ajukan Kasasi

Whats New
Perhatikan Hal agar Keuangan Bisa Terjaga saat Resesi

Perhatikan Hal agar Keuangan Bisa Terjaga saat Resesi

Spend Smart
Tekan Dampak Lingkungan, Pabrik Petrokimia di Cilegon Terapkan Teknologi Ini

Tekan Dampak Lingkungan, Pabrik Petrokimia di Cilegon Terapkan Teknologi Ini

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X