Rupiah Akhir Pekan Merosot, Tembus Rp 14.702 Per Dollar AS

Kompas.com - 17/07/2020, 17:07 WIB
Ilustrasi rupiah dan dollar AS THINKSTOCKSIlustrasi rupiah dan dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.comNilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot kembali melemah.

Mengutip data Bloomberg Jumat (17/7/2020) rupiah ditutup pada level Rp 14.702 per dollar AS atau melemah 78 poin, sebesar 0,53 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.624 per dollar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah akhir pekan ini terdorong oleh ramainya sentimen negatif dari domestik dan global pekan ini.

Baca juga: Simak Kurs Rupiah di 5 Bank Terkini

 

Bahkan, penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia sebesar 25 bps atau 4 persen juga direspon negatif oleh pasar.

"Momen Bank Indonesia menurunkan suku bunga kurang tepat karena secara bersamaan pasar condong ke masalah resesi Singapura, ketegangan antara AS dan China serta penyebaran pandemi virus corona yang terus mengkhawatirkan sehingga wajar kalau pasar merespon negatif," kata Ibrahim.

Ibrahim menilai, dalam kondisi pemulihan ekonomi saat ini, kebijakan yang lebih efektif adalah melalui jalur kuantitas, yaitu menjaga aspek likuiditas dan pendaan, seperti quantitative easing yang sebelumnya dilakukan.

Sentimen negatif juga muncul pasca-kebijakan Pemprov DKI yang memperpanjang PSBB transisi selama 14 hari kedepan, akibat jumlah kasus Covid-19 yang masih cukup tinggi.

"PSSB transisi yang terus diperpanjang berisiko membuat pemulihan ekonomi Indonesia berjalan lebih lambat dan lama," ungkap dia.

Di hari yang sama, Bank Dunia merilis laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juli 2020 yang memperkirakan ekonomi Indonesia tidak tumbuh pasca pandemi Covid-19.

Namun Bank Dunia punya skenario kedua, yaitu ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -2 persen pada 2020 jika resesi global ternyata lebih dalam dan pembatasan sosial (social distancing) domestik lebih ketat.

"Ekonomi Indonesia bisa saja memasuki resesi jika pembatasan sosial berlanjut pada kuartal III-2020 dan kuartal IV-2020, atau resesi ekonomi dunia lebih parah dari perkiraan sebelumnya," ujar dia.

Selanjutnya pelemahan rupiah juga terdorong oleh kekhawatiran global, akibat peningkatan kasus infeksi Covid-19 yang penutupan sebagian kawaaan di AS. Hal ini menjadi kekhawatiran akan perlambatan ekonomi dan peningkatan jumlah pengangguran.

Selain itu, perselisihan AS dan China yang tetap berlanjut mencakup kebebasan sipil, akses ke teknologi, dan klaim teritorial masih menjadi sentimen penggerak pasar.

Jika terus belanjur, kondisi ini dikhawatirkan akan semakin memperburuk hubungan dua negara ekonomi terbesar di dunia itu, dan berdampak pada ekonomi global.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Remajakan Lahan Sawit 180.000 Hektar, Pemerintah Siapkan Rp 5,5 Triliun

Remajakan Lahan Sawit 180.000 Hektar, Pemerintah Siapkan Rp 5,5 Triliun

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Ini Proyek Tol yang Menggusur Bangunan Milik Tommy Soeharto

Ini Proyek Tol yang Menggusur Bangunan Milik Tommy Soeharto

Whats New
Bagaimana Prediksi IHSG Awal Pekan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bagaimana Prediksi IHSG Awal Pekan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Lampaui AS, China Jadi Negara yang Datangkan Investasi Asing Langsung Terbesar Selama Pandemi Covid-19

Lampaui AS, China Jadi Negara yang Datangkan Investasi Asing Langsung Terbesar Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Produsen Baterai ABC Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Produsen Baterai ABC Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Akan Dilakukan di Stasiun dan Terminal

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Akan Dilakukan di Stasiun dan Terminal

Whats New
Mengapa Indonesia Terlalu Bergantung Impor Sapi dari Australia?

Mengapa Indonesia Terlalu Bergantung Impor Sapi dari Australia?

Whats New
[POPULER MONEY] 7 Provinsi dengan Jumlah Penduduk Terbanyak di Indonesia | Tommy Soeharto Gugat Pemerintah

[POPULER MONEY] 7 Provinsi dengan Jumlah Penduduk Terbanyak di Indonesia | Tommy Soeharto Gugat Pemerintah

Whats New
Luhut Ingin GeNose C19 Bisa Digunakan di Berbagai Fasilitas Umum

Luhut Ingin GeNose C19 Bisa Digunakan di Berbagai Fasilitas Umum

Whats New
Tak Terima Bangunannya Digusur Proyek Tol, Tommy Soeharto Gugat Pemerintah RI Rp 56 Miliar

Tak Terima Bangunannya Digusur Proyek Tol, Tommy Soeharto Gugat Pemerintah RI Rp 56 Miliar

Whats New
ORI019 Ditawarkan Mulai Besok, Ini Besaran Kuponnya

ORI019 Ditawarkan Mulai Besok, Ini Besaran Kuponnya

Earn Smart
Kementerian ESDM Sebut Luas Bukaan Lahan Tambang di Kalsel Sangat Kecil

Kementerian ESDM Sebut Luas Bukaan Lahan Tambang di Kalsel Sangat Kecil

Whats New
BNI Buka Lowongan Kerja Relationship Manager NBFI, Minat?

BNI Buka Lowongan Kerja Relationship Manager NBFI, Minat?

Work Smart
Tangani Dampak Bencana Sulbar dan Kalsel, Kementan Sekaligus Perbaiki Sektor Pertanian

Tangani Dampak Bencana Sulbar dan Kalsel, Kementan Sekaligus Perbaiki Sektor Pertanian

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X