Kepala BKPM Bantah Beri "Karpet Merah" untuk Investor Asing

Kompas.com - 22/07/2020, 16:55 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat ditemui usai acara Seminar Nasional bertajuk Membangun Optimisme dan Peluang di Tengah Ketidakpastian di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariKepala BKPM Bahlil Lahadalia saat ditemui usai acara Seminar Nasional bertajuk Membangun Optimisme dan Peluang di Tengah Ketidakpastian di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, tidak ada perlakuan khusus yang diberikan pihaknya bagi investor asing, ketimbang investor dalam negeri.

Menurutnya, investasi langsung dari dalam dan luar negeri terus digenjot.

Ini tercermin dari realiasi investasi sepanjang semester I-2020 yang didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 51,4 persen, sedangkan dari Penanaman Modal Asing/PMA) sebesar 48,6 persen dari total investasi.

Baca juga: Penanaman Modal Kuartal II 2020 Capai Rp 191,9 Triliun

"Investasi jangan hanya pikir asing saja, aku sangat enggak setuju investasi hanya asing. Kita kan sekarang urus UMKM. Jadi UMKM investasi, PMDN investasi, PMA investasi, itu yang penting," ujar Bahlil dalam konferensi pers virtual, Rabu (22/7/2020).

Ia mengungkapkan, merealisasikan investasi di masa pandemi Covid-19 memang hal yang berat. Kendati demikian, BKPM tidak hanya berpikir untuk mendatangkan investasi dari luar negeri untuk mendorong roda perekonomian.

Pihaknya juga fokus pada upaya merelisasikan investasi dari dalam negeri. Itu sebabnya, BKPM saat ini turut mengurusi perizinan investasi untuk UMKM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi jangan ada kesan bahwa BKPM karpet merah kepada pengusaha asing, enggak ada, semua sama. Jadi silahkan saja datang, gampang kita urus semuanya," ucapnya.

Baca juga: Penanaman Modal Semester I 2020 Rp 402,6 Triliun, Baru 49,3 Persen dari Target

Sekedar informasi, realisasi investasi langsung Indonesia sepanjang semester I-2020 sebesar Rp 402,6 triliun. Capaian ini setara 49,3 persen dari target pemerintah yang sebesar Rp 817,2 triliun di 2020.

Realisasi itu terdiri dari investasi PMDN yang mencapai Rp 207 triliun, naik 13,2 persen dibandingkan periode sama di tahun lalu. Serta, pada PMA yang mencapai Rp 195,6 triliun, turun 8,1 persen dibandingkan realisasi Januari-Juni 2019.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Rilis
Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Whats New
Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Whats New
Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Earn Smart
Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Rilis
Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.