Penanaman Modal Kuartal II 2020 Capai Rp 191,9 Triliun

Kompas.com - 22/07/2020, 12:56 WIB
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIKepala BKPM, Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) mencatat realisasi investasi Indonesia sebesar Rp 191,9 triliun sepanjang April-Juni 2020.

Realiasi di kuartal II-2020 itu mengalami penurunan 4,3 persen dibandingkan periode yang sama di 2019 yang sebesar Rp200,5 triliun. Begitu pula dibandingkan dengan kuartal I-2020 yang sebesar Rp 210,7 trilun, tercatat turun 8,9 persen.

"Realiasi investasi kuartal II tahun ini Rp 191,9 triliun, turun dibandingkan realisasi di periode kuartal II-2019 dan kuartal I-2020," Kepala BKPM Lahadalia dalam konferensi pers virtual, Rabu (22/7/2020).

Baca juga: BKPM Beri Rekomendasi ke 457 Perusahaan untuk Datangkan Tenaga Ahli

Ia mengatakan, realisasi itu memang tak sesuai harapan BKPM yang menargetkan nilai investasi bisa diatas Rp 200 triliun pada kuartal II-2020. Target yang meleset tersebut, tak lepas dari tekanan pandemi Covid-19 terhadap perekonomian domestik maupun global.

"Kondisi Covid-19 ini sangat berat, kami harus akui kuartal II-2020 ini periode yang berat. Kami kerja maksimal datangi satu-satu perusahaan untuk tanya masalahnya, supaya bisa memastikan realiasi investasi," jelasnya.

Realiasi kuartal II-2020 ditopang oleh investasi langsung dari asing (Penanaman Modal Asing/PMA) yang menyumbang 50,9 dari total investasi. Sedangkan investasi dari dalam negeri (Penanaman Modal Dalam Negeri/PMDN) menyumbang 49,1 persen dari total investasi.

Kondisi ini berbeda dari kuartal I-2020 yang realisasi investasinya ditopang oleh PMDN dengan porsi 53,5 persen dari total investasi. Sementara porsi PMA 46,5 persen dari total investasi.

"Januari-Maret 2020 itu ada syok dunia internasional, karena persoalan China dan negara lainnya yang ada di puncak pandemi. Saat itu Indonesia juga belum ijinkan impor barang modal karena pelabuhan di tutup akhirnya mandek. Nah kuartal II-2020 ini mulai longgarkan dengan prtokol Covid-19 maka PMA mulai beranjak naik," papar Bahlil.

Secara rinci, realiasi PMDN tercatat sebesar Rp94,3 triliun, turun 1,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp 95,6 triliun, Juga turun 16,4 persen dibandingkan kuartal I-2020 yang senilai Rp 112,7 triliun.

Sementara, PMA tercatat sebesar Rp 97,6 triliun atau turun 6,9 persen dibandingkan realiasi kuartal II-2019 yang senilai Rp104,9 triliun. Juga tercatat turun 0,4 persen dibandingkan kuartal I-2020 yang sebesar Rp 98 triliun.

Realisasi investasi kuartal II-2020 berasal dari penyebaran 34.658 proyek investasi, dengan penyerapan tenaga kerja 263.109 orang," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X