Maskapai Penerbangan Terbesar India Bakal PHK 2.400 Pegawai

Kompas.com - 23/07/2020, 12:37 WIB
Maskapai penerbangan India, IndiGo mendapat laporan ancaman bom pada Selasa (19/6/2018) pagi. HINDUSTAN TIMESMaskapai penerbangan India, IndiGo mendapat laporan ancaman bom pada Selasa (19/6/2018) pagi.

LONDON, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan asal India, IndiGo, bakal menjadi maskapai teranyar yang mengumumkan dampak negatif pagebluk virus corona terhadap bisnis penerbangan.

Dilansir dari BBC, Kamis (23/7/2020), IndiGo menyatakan bakal memangkas 10 persen dari total pegawainya. Sebab, IndiGo menghadapi anjloknya pendapatan akibat lesunya permintaan transportasi udara.

IndiGo sendiri merupakan maskapai penerbangan terbesar di India. Bulan lalu, IndiGo menyatakan bakal memangkas biaya hingga 533 juta dollar AS atau setara sekira Rp 7,7 triliun (kurs Rp 14.614 per dollar AS).

Baca juga: CEO Emirates Pastikan Bakal PHK 9.000 Pegawai

"Tidak mungkin bagi perusahaan kami untuk terbang dalam badai ekonomi ini tanpa melakukan sejumlah pengorbanan, agar operasional bisnis dapat berkesinambungan," kata CEO IndiGo Ronojoy Dutta dalam surat kepada investor.

IndiGo menghentikan operasional penerbangan sejak beberapa bulan lalu, sejalan dengan kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah India.

Adapun jumlah karyawan IndiGo saat ini mencapai 24.000 orang. Dengan demikian, jumlah karyawan yang terdampak PHK mencapai 2.400 orang.

Berdasarkan data perusahaan, pangsa pasar IndiGo mencapai 48,9 persen di India per Maret 2020. Selama 10 tahun berturut-turut, IndiGo selalu membukukan laba.

Baca juga: Maskapai Air France Bakal PHK Lebih dari 7.500 Pegawai

Tidak hanya IndiGo, sejumlah maskapai di seluruh dunia juga terpaksa melakukan PHK karyawan di tengah pandemi virus corona. Industri penerbangan global sendiri pun diprediksi bakal mengalami tahun terburuk sepanjang sejarah.

Bulan lalu, asosiasi industri penerbangan global memperingatkan bahwa anjloknya permintaan transportasi udara menyebabkan maskapai di seluruh dunia mengalamj kerugian lebih dari 84 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 1.227 triliun.



Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X