Ada Eksportir yang Iming-imingi Nelayan Jadi Penangkap Benih Lobster?

Kompas.com - 23/07/2020, 19:17 WIB
Ilustrasi lobster. Ilmuwan teliti sperma lobster untuk melihat dampak perubahan iklim pada kelangsungan hidup spesies. WIKIMEDIA COMMONS/Ed BiermanIlustrasi lobster. Ilmuwan teliti sperma lobster untuk melihat dampak perubahan iklim pada kelangsungan hidup spesies.

Ironinya hingga tanggal 19 Juli, KKP sudah melakukan ekspor lebih dari 1 juta benih lobster. Padahal aturan baru diundangkan pada 5 Mei 2020.

"Kalau dalam waktu segitu dilakukan budidaya, itu enggak mungkin. Karena 1 siklus budidaya itu butuh 8 bulan. Efektifnya ekspor bisa keluar tahun depan atau 2 tahun mendatang, bukan bulan Juli kemarin," pungkas Susan.

Sebelumnya, pembudidaya lobster asal Lombok Timur, Amin Abdullah memberikan kesaksian adanya para calon eksportir benih lobster alias benur berlomba-lomba merekrut nelayan.

Mereka kerap meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) nelayan untuk didaftarkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sehingga para calon eksportir ini mendapat jatah ekspor benur. Sebab salah satu ketentuan diizinkannya ekspor adalah mengajak kerja sama nelayan tradisional.

"Saya sampaikan fakta di lapangan, semua perusahaan ini, turun ke lapangan untuk mendata nelayan, mencari KTP nelayan dalam rangka mencari kuota untuk dapat ekspor benih," kata Amin dalam diskusi daring, Jumat (10/7/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.