Pemerintah Buka Peluang Produksi Vaksin Covid-19 Selain Buatan China

Kompas.com - 12/08/2020, 13:54 WIB
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis calon vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III calon vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASAPetugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis calon vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III calon vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bio Farma (Persero) tengah melakukan uji klinis tahap III vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China. Jika proses pengujian ini berjalan mulus, maka Bio Farma akan memproduksi vaksin tersebut.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Bio Farma juga tak menutup kemungkinan untuk memproduksi vaksin Covid-19 selain buatan Sinovac.

“Yang perlu diingat kita juga lagi menunggu vaksin yang dibuat Lembaga Eijkman dan beberapa produk lainnya,” ujar Arya, Rabu (12/8/2020).

Baca juga: Ini Tahapan Pengujian Vaksin Covid-19 yang Dilakukan Bio Farma

Arya menambahkan, Bio Farma tak ingin bergantung kepada satu produk saja dalam membuat vaksin Covid-19.

“Kalau bisa kita produksi vaksin tidak hanya dari satu produk. Jadi kita enggak tergantung kepada satu produk vaksin saja,” kata Arya.

Kendati begitu, lanjut Arya, hingga saat ini Sinovac masih bisa memenuhi kebutuhan Indonesia untuk masalah vaksin Covid-19.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sampai hari ini, apa yg kita butuhkan masih bisa dipenuhi oleh Sinovac,” ucap dia.

Diketahui, pemerintah menargetkan vaksin Covid-19 dapat diproduksi sendiri oleh Bio Farma pada tahun depan.

Baca juga: Relawan Vaksin Covid-19 Harus Berdomisili di Bandung Raya

Dalam setahun, Bio Farma ditargetkan mampu memproduksi 250 juta dosis.

Produksi akan dilakukan setelah uji klinis tahap ketiga tuntas dilakukan. Ditargetkan, uji klinis itu selesai pada Januari 2021, sehingga Bio Farma bisa langsung memproduksi vaksin virus corona pada kuartal I-2021.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X