Waskita Karya Sudah Bangun Lebih dari 1.300 Km Jalan Tol

Kompas.com - 13/08/2020, 19:44 WIB
Jalan tol elevated Dokumentasi PUPRJalan tol elevated

 

Guna mendukung ekspansi bisnis dan percepatan pembangunan infrastruktur, Waskita Karya aktif mengundang investor lokal maupun asing untuk dapat berpartisipasi dalam pengembangan jalan tol.

“Tahun lalu kami telah berhasil mendapatkan investor strategis untuk 2 konsesi jalan tol yaitu Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono dengan nilai transaksi mencapai hampir Rp 2,5 triliun,” terang Destiawan.

Selain berperan sebagai investor jalan tol, Waskita juga dipercaya untuk menyelesaikan ruas-ruas tol sebagai kontraktor ruas Jakarta-Cikampek II Elevated yang merupakan jalan tol layang terpanjang di Indonesia, ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung yang membentang sepanjang 185 km dari Provinsi Lampung hingga Sumatera Selatan, ruas Jakarta-Cikampek Selatan paket III, ruas Salatiga-Kartasura, dan ruas Kunciran-Parigi.

Baca juga: Waskita Karya Raup Rp 2,81 Triliun Kas Bersih dari Aktivitas Operasi

Di pulau Kalimantan dan Sulawesi Waskita juga dipercaya untuk menjadi salah satu kontraktor pelaksana pembangunan ruas Balikpapan-Samarinda dan ruas Manado-Bitung.

Selain terlibat aktif dalam pembangunan jalan tol, Waskita juga memegang peran penting dalam pembangunan infrastruktur lain seperti Light Rail Transit (LRT), Bandara, dan Pelabuhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Destiawan menjelaskan, pada tahun 2015, Waskita mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk melaksanakan penugasan pembangunan LRT Sumatera Selatan yang berlokasi di Palembang.

LRT sepanjang 23 KM yang dibangun untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 tersebut telah beroperasi dan merupakan LRT pertama yang ada di Indonesia.

Baca juga: Waskita Karya Bagikan Dividen Rp 46 Miliar

Di bidang kebandaraan, Waskita Karya turut terlibat dalam pembangunan beberapa bandara dalam beberapa tahun belakangan, seperti Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Bandara Ahmad Yani Semarang, Perluasan Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, Sarana dan Gedung Bandara Kertajati Jawa Barat, serta Bandara Hasanudin Makassar.

Bahkan, pembangunan Bandara Ahmad Yani Semarang yang diselesaikan oleh Waskita pada tahun 2018 tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Pembangunan Bandara Tercepat di Indonesia.

Dalam pembangunan infrastruktur pelabuhan dan dermaga, Waskita juga mendapat kepercayaan untuk menyelesaikan beberapa proyek pelabuhan seperti pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara, Dermaga Noahtu Lampung, dan Pelabuhan Sisi Darat Penajam Kalimantan Timur.

Baca juga: Kuartal I, Waskita Karya Raih Kontrak Baru Rp 3,16 Triliun

Destiawan optimistis ke depannya Waskita Karya akan dapat berkontribusi lebih banyak dalam pembangunan infrastruktur konektivitas mengingat target dari Pemerintah masih cukup banyak yang harus diselesaikan.

“Kami memiliki pengalaman dan skala ekonomi yang besar untuk dapat mendukung pencapaian target-target Pemerintah untuk memajukan infrastruktur Indonesia. Tidak lupa, pengalaman yang kami kumpulkan dari pembangunan infrastruktur dalam Negeri ini akan kami bawa sebagai bekal berharga untuk menjadi pemain di pasar global,” pungkas Destiawan.

 

Berita ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Waskita Karya Sudah Membangun Lebih dari 1.300 KM Jalan Tol

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X