Luhut: Saya Sedih, Intelektual Hanya Lihat Sepotong kemudian Beri Komentar...

Kompas.com - 14/08/2020, 19:01 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan konferensi video menjawab pertanyaan awak media melalui akun Youtube Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Senin (16/3/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan konferensi video menjawab pertanyaan awak media melalui akun Youtube Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Senin (16/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyinggung para intelektual yang kerap mengkritik pemerintah. Menurut dia, para intelektual tersebut mengkritik tanpa mengetahui informasi secara utuh.

Hal ini dia sampaikan di hadapan para Rektor Universitas Indonesia (UI) ketika menghadiri acara Dies Natalis IV Sekolah Kajian Strategik dan Global (SKSG).

"Kita harus bersaing global. Kita enggak boleh introvert, hanya lihat ke dalam. Kita harus lihat ke luar. Kadang-kadang saya sedih melihat intelektual kita itu, hanya melihat sepotong-sepotong, kemudian memberikan komentar," ucapnya secara virtual, Jumat (14/8/2020).

Baca juga: Luhut Ingin Turis Asing Bekerja dari Bali

Dia beralasan, informasi serta data yang pemerintah dapatkan lebih lengkap sebelum membuat suatu keputusan. Ketimbang para intelektual yang kerap mengkritisi pemerintah.

"Kami kan punya informasi paling lengkap. Jadi proses pengambilan keputusan enggak akan mungkin orang lebih baik dari kami. Kalau dikerjakan dengan baik. Karena data-data, informasi dan intelijen kami punya lebih baik," ujarnya.

Selain pengumpulan data dan informasi, kata Luhut, pemerintah juga mengetahuinya secara langsung saat meninjau ke lapangan. Contohnya, ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Solo atau ke Bandung mengecek langsung penyaluran bantuan sosial.

" Proses pengambilan keputusan itu benar-benar dilakukan secara terstruktur. Apalagi leadership seperti Pak Presiden Joko Widodo mau turun atau mengecek ke bawah itu betul-betul sangat membuat kita tajam mengambil keputusan," katanya.

Baca juga: Kata Luhut, China Mampu Tekan Kemiskinan dan Satukan 1,4 Miliar Penduduknya Berkat Ini



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X