BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Menteri Teten: Uangnya Diputar...

Kompas.com - 07/09/2020, 08:34 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki  dalam acara Percepatan Perputaran Ekonomi Lokal, Launching Bela Pengadaan dan Laman UMKM serta Pasar Digital UMKM secara virtual,  Senin (17/8/2020). DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKMMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Percepatan Perputaran Ekonomi Lokal, Launching Bela Pengadaan dan Laman UMKM serta Pasar Digital UMKM secara virtual, Senin (17/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki bersama dengan jajarannya menyerahkan secara simbolis Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 4 pelaku usaha mikro di Karangasem, Bali.

Bantuan tersebut disalurkan melalui 2 bank Himbara yaitu melalui Bank BNI yang disalurkan ke Ni Made Rusni (perajin tamas) dan Ni Kadek Anis (perajin tenun) serta Bank BRI kepada I Wayan Marta (nelayan dan jasa wisata) dan I Ketut Lilit (kerajinan atta).

Pada kesempatan itu Teten Masduki berharap BLT meminta bantuan Rp 2,4 juta tersebut digunakan untuk meningkatkan usaha produktif, sehingga usaha yang bersangkutan bisa lebih berkembang dan dapat meningkatkan perekonomian.

Baca juga: Cairkan JHT, Peserta BPJS Ketenagakerjaan Masih Bisa Dapat Subsidi Gaji

"Banpres ini adalah hibah. Gunakan sebaik-baiknya untuk usaha produktif. Uang yang didapatkan bisa diputar agar usahanya tetap bertahan," ujarnya mengutip siaran resminya, Senin (7/9/2020).

Menurut dia, BLT tersebut dapat digunakan sebagai modal awal untuk meningkatkan produksi bagi pelaku UMKM yang unbankable.

Sementara bagi UMKM yang bankable bisa ditingkatkan produksinya dengan melakukan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro di bawah Rp 10 juta dengan bunga 0 persen.

"Kita pahami ekonomi lesu, modal sebesar Rp 100.000 sampai Rp 200.000 sebulan digunakan untuk kebutuhan konsumsi tidak apa-apa. Apalagi dari modal awal Rp 2,4 juta, sementara mereka yang bankable bisa ditingkatkan untuk dapat KUR usaha super mikro dibawah Rp 10 juta dapat 0 persen," katanya.

Baca juga: BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Pengusaha Mikro Masih Bisa Daftar

Teten bilang kunjungan kerja ke Bali tersebut, juga dalam rangka memastikan banpres produktif usaha mikro telah diterima oleh masyarakat. Pihaknya berjanji akan melakukan koordinasi dengan penyalur yaitu BRI dan BNI, jika ditemukan adanya pelaku usaha mikro yang belum mendapatkannya.

"Mengecek juga apakah banpres sudah diterima. Tadi ibu bupati sampaikan masih ada beberapa usulan belum turun. Ini catatan kami untuk kordinasikan dengan penyalurnya BRI dan BNI," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Karangasem, berjumlah sebanyak 31.513. Dari jumlah tersebut, pihaknya mengusulkan 10.000 pelaku usaha mikro untuk bisa mendapatkan banpres.

"Bahwa masyarakat bisa dapatkan hak-haknya sebanyak 10.000 lebih, sudah diusulkan melalui BRI 720. Namun baru disalurkan 601 usaha mikro. Mohon Pak Menteri untuk menyalurkan hak mereka," katanya.

Baca juga: Penyaluran BLT UMKM Rp 2,4 Juta Rampung Akhir September, Sudah Daftar?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X