Masuk Kantor Erick Thohir Wajib Tunjukkan Surat Keterangan Negatif Covid-19

Kompas.com - 07/09/2020, 14:06 WIB
Logo baru Kementerian BUMN Dokumentasi Kementerian BUMNLogo baru Kementerian BUMN

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap orang yang mau masuk ke Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diwajibkan menunjukan surat keterangan bebas Covid-19.

Aturan tersebut mulai diterapkan sejak hari ini, Senin (7/9/2020).

Hal tersebut diketahui berdasarkan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor S-260/MBU-S/09/2020 terkait kewajiban tamu untuk melakukan uji rapid test dan pengisian sel assesment.

Baca juga: Bocoran Lengkap Harga Vaksin Covid-19 dari Erick Thohir

“Berkenaan dengab perkembangan meningkatnya kasus positif Covid-19, dengan ini mulai hari Senin, 7 September 2020, kami mewahibkan bagi seluruh tamu yang akan berkunjung ke Gedung Kementerian BUMN agar dapat menunjukan surat keterangan uji Rapid Test dengan hasil non-reaktif yang berlaku maksimal 7 hari,” demikian bunyi surat edaran tersebut.

Bagi tamu yang belum memiliki surat keterangan bebas Covid-19, Kementerian BUMN menyediakan fasilitas layanan uji rapid test berbayar.

“Bertempat di lobby barat Gedung Kementerian BUMN. Kebijakan ini berlaku sampai masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir.

Adapun surat edaran tersebut ditandatangani oleh Sekertaris Kementerian BUMN Susyanto.

Baca juga: Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir Gandeng PBNU

Diketahui, berdasarkan data pada Minggu (6/9/2020) hingga ?pukul 12.00? WIB ini memperlihatkan, ada 3.444 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan kasus Covid-19 di Tanah Air hingga saat ini mencapai 194.109 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Sebanyak 3.444 kasus baru Covid-19 diketahui setelah pemerintah melakukan pemeriksaan 27.979 spesimen dalam sehari.

Saat itu juga ada 13.225 orang yang diambil sampelnya untuk menjalani pemeriksaan spesimen.

Hingga saat ini, pemerintah sudah melakukan pemeriksaan 2.433.752 spesimen dari 1.401.513 orang yang diambil sampelnya. Artinya, satu orang bisa menjalani pemeriksaan spesimen lebih dari satu kali.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X