PT SMI Dapat Pinjaman dari Bank Asing Senilai 700 Juta Dollar AS

Kompas.com - 10/09/2020, 17:54 WIB
Pressconference perjanjian penandatanganan PT Sarana Multi Infrastruktur, Kamis (10/9/2020). (Tangkapan Layar) KOMPAS.com/ELSA CATRIANAPressconference perjanjian penandatanganan PT Sarana Multi Infrastruktur, Kamis (10/9/2020). (Tangkapan Layar)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sarana Multi Infrastruktur ( PT SMI) Persero resmi mendapatkan pinjaman sindikasi senilai 700 juta dollar AS atau setara dengan Rp 10,26 triliun.

Pinjaman ini diberikan dari mitra perbankan asing yang terdiri dari MUFG Bank Ltd, United Overseas Bank (UOB), Standard Chartered Bank, Bank of China (Hong Kong) dan Bank Chinatrust (CTBC Bank).

Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad menyebut bantuan peminjaman dana ini mencerminkan bahwa PT SMI berhasil menjadi entitas dengan reputasi yang baik.

Baca juga: Hari Ini Pengumuman Peserta Kartu Prakerja Gelombang 7, Pendaftaran Gelombang 8 Dibuka

Dia bilang perjanjian ini juga menjadi sinyal bahwa sektor pembangunan infrastruktur memiliki daya tahan sehingga akan terus menjadi sektor strategis di tanah air, meskipun di tengah ancaman resesi ekonomi.

“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh mitra perbankan asing dan semua pihak yang bekerja untuk terlaksananya perjanjian pinjaman sindikasi terbesar yang pernah dibukukan oleh institusi ini. Harapan kami, keberlanjutan pembangunan infrastruktur dapat menjadi pemicu untuk membangun kembali perekonomian pada fase recovery dari pandemi," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (10/9/2020).

Pada tahap pertama, pihaknya akan menggunakan dana sebesar 410 juta dollar AS yang digunakan untuk pelunasan fasilitas bridging loan (pinjaman jangka pendek) yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat.

"Lalu pada tahap kedua atau sisa fasilitas pinjaman, akan ditarik sesuai kebutuhan dengan availability period selama satu tahun," ucapnya.

Baca juga: Jakarta PSBB Total, Bagaimana Nasib Ekonomi RI Kuartal III?

Sementara itu, salah satu perwakilan MLAB Pancaran Affendi menjelaskan salah satu alasan pihaknya memberikan fasilitas pinjaman sindikasi ini karena Indonesia masih sangat menjanjikan.

Dia berpendapat posisi ekonomi Indonesia di kawasan Asia Tenggara masih sangat penting dan terus menunjukkan pertumbuhan positif.

"Dengan porsi lebih dari 50 persen terhadap total GDP Asia Tenggara, serta didukung oleh Pemerintahan yang baik dan stabil, kami berkomitmen untuk terus menyokong rencana pembangunan di Indonesia demi meralisasikan pertumbuhan ekonomi," tutur Panca.

Pinjaman sebesar 700 juta dollar AS ini merupakan pinjaman sindikasi kedua yang diperoleh PT SMI, setelah yang pertama mendapatkan pinjaman sebesar USD 175 juta pada tahun 2014 yang lalu.

Baca juga: Menlu Retno Ungkap Rahasia China Bangkitkan Ekonomi Usai Pandemi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X