Petani Kopi Sumedang Dapat Bantuan Mesin Produksi dan Pelatihan

Kompas.com - 19/09/2020, 14:00 WIB
Ilustrasi petani kopi. SHUTTERSTOCK/EM FAEISIlustrasi petani kopi.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memberikan pelatihan dan alat penunjang produksi kopi di Kecamatan Sukasari, Sumedang, Jawa barat. Hal ini sebagai upaya dalam mendukung dan mendorong daya saing kopi Indonesia,

Project Manager Government Project Region VI Bank Mandiri Heri Heryadi mengatakan, bantuan 3 mesin huller, 2 pulper, 1 timbangan digital, 2 washer untuk kelompok tani bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah atau value added hasil produksi petani, khususnya di wilayah Sumedang. Diharapkan bantuan ini mampu mengurangi beban biaya produksi petani kopi.

"Adanya bantuan ini bisa menjadikan petani tidak lagi jual buah cherry, namun minimal bisa mengolahnya menjadi green bean dan nilai jualnya lebih tinggi," kata Hery melalui siaran media, Jumat (18/9/2020).

Baca juga: Wismilak Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1, Ini Syaratnya

Dia bilang, adanya budidaya kopi yang baik bisa berdampak kepada meningkatnya kesejahteraan petani, melalui kreativitas dan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi kopi.

Selain memberikan bantuan alat produksi kopi, Bank Mandiri juga berencana untuk memberikan bantuan pelatihan kepada para petani.

"Kami akan datangkan juga ahlinya. Agar petani budidaya kopi menjadi lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kecamatan Sukasari Agus Wahyudin berharap bantuan alat dan pelatihan dapat meningkatkan daya saing kopi Gunung Manglayang agar bernilai jual tinggi. Apalagi, tren meminum kopi hingga saat ini terus meningkat.

Baca juga: Mayora Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Syaratnya

“Kopi Gunung Manglayang jika dikembangkan bisa berdampak luas secara ekonomi dan dapat melestarikan lingkungan di lahan milik perhutani. Selain memiliki nilai ekonomis, tanaman kopi juga bisa ikut melestarikan dan menyeimbangkan alam," kata Agus.

Sebagai informasi, data Kementan menyebut rata-rata produksi petani hanya sekitar 780.000 ton per tahun dengan mayoritas perkebunan kopi dikelola petani rakyat yang mandiri.

Di sisi lain, data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2013 menyebutkan luas perkebunan kopi rakyat di Jawa Barat adalah 33.630 hektar dengan angka produksi mencapai 17.628 ton.

Sementara perkebunan besar (swasta) di Jawa Barat hanya 259 hektar dengan angka produksi mencapai 55 ton.

Baca juga: Ini Perubahan Jam Operasional KRL Selama PSBB Jakarta



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X